Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah
Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.
Silahkan Membaca dan Menyimak
Saat orang-orang munafik mengetahui maksud keterciptaan mereka, mereka mengangkat kepala, menyombongkan diri. Ketika mereka tahu surga telah menanti mereka, mereka memalingkan muka. Waktu mereka sadar jalan lurus telah dipertegas untuk mereka, mereka enggan meluruskan jalan ke sana.
Mereka menganggap bodoh segala transaksi yang tak terlihat mata, tak terdengar telinga, dan tak terbersit hati. Transaksi keabadian yang tak mengahasilkan apa pun di kehidupan ini dianggap sia-sia.
Perumpamaan transaksi ukhrawi ibarat mimpi yang menyusahkan. Tertawa sebentar, menangis berlama-lama, senang sehari, susah berbulan-bulan. Dukanya lebih banyak ketimbang sukanya. Kesedihannya berlipat ganda. Awalnya penuh ketakutan, akhirnya penuh kehilangan.
Alangkah mengherankannya orang bodoh yang berlagak bijak. Seolah-olah dia berakal cemerlang. Padahal yang disusurinya jejak hidup fana yang menggantikan hidup abadi. Dia ganti surga yangs eluas langit dan bumi, dengan penjara sempit yang penuh bencana. Dia tukar tempat indah yang dialiri sungai-sungai jernih, dengan tempat menderum unta yang akan rusak. Dia abaikan bidadari cantik laksana yakut dan marjan, dengan perempuan-perempuan kotor berperangai buruk. Dia tinggalkan sungai-sungai arak yang teramat nikmat, dengan minuman najis penghilang akal dan perusak dunia dan agama. Dia tukar nikmatnya memandang wajah Allah Yang Maha Esa, dengan wajah buruk. Dia salin suara merdu-Nya, dengan suara tetabuhan lagu tak jelas. Dia alihkan duduk-duduk santai di hamparan mutiara, yaqut, dan mutu manikan, dengan duduk-duduk bersama orang-orang fasik dan setan.
Wahai calon penghuni surga! Panggilan surga telah bergema. Tak usah khawatir, kalian akan menikmatinya. Kalian akan selalu hidup, takkan mati selamanya.
Orang-orang bodoh baru akan mengetahui hakikat transaksi ukrawi ini di Hari Kiamat. Mereka akan merugi dan menyesal di hari itu. Orang-orang yang bertakwa berkerumun di sekitar Zat Yang Maha Pengasih. Sementara para pendosa digiring ke neraka jahanam. Lantas terdengarlah suara pemberi kesaksian yang mengatakan, ''Kiranya orang-orang tahu siapa hamba yang paling dimuliakan.''
Para pembangkang tak menyangka kehormatan yang disediakan ini, bahwa keutamaan dan kenikmatan disimpan untuk mereka yang taat. Di akhirat, simpanan itu disiapkan, begitu pun para bidadari yang tak pernah dilihat mata, didengar telinga, dan dibersitkan oleh hati.
Para pembangkang pun tahu barang bawaan macam apa yang hilang dan tak dibawa di akhirat. Semua itu tak ada gunanya bagi kehidupannya. Semua itu dinilai sebagai harta benda yang tak laku.
Sementara itu, ada kelompok lain yang membawa barang bawaan sangat banyak dan takkan hilang. Mereka meraih kenikmatan abadi di samping Zat Yang Maha Besar dan Tinggi. Mereka bercengkrama di taman-taman surga. Bersama keluarga, mereka duduk di atas kasur indah berbantalkan kain sutera. Mereka bersenang-senang dengan para bidadari sambil menikmati beraneka buah-buahan.
''Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya.''
Demi Allah! Panggilan itu telah diserukan. Alangkah mengherankannya jika ada yang justru terlelap tidur, enggan memenuhi penggilan itu. Mengapa mereka tidak bersegera mencari maskawin untuk menyunting dambaan hati itu? Masih terasa nikmatkah kehidupan ini setelah kehidupan indah tersebut diperdengarkan? Tidakkah para perindu bidadari bergegas menyongsoong mahluk-mahluk tercantik itu? Masih tersisakah perempuan lain yang dirindukan selain para bidadari tersebut? Masih adakah hal lain yang pantas disandingkan sebagai pengganti selain hal-hal yang maha indah tersebut?
Rating Artikel Ini
Kolom Komentar
Walhamdulillahi Rabbil'alamin








0 komentar:
Posting Komentar