Tampilkan postingan dengan label iblis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iblis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 November 2013

Argumen Yang Mengatakan Surga Adam Adalah Taman di Bumi Bagian 2


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh




Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah

Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Silahkan Membaca dan Menyimak


Ibnu Ishaq menyebutkan riwayat dari Ibnu Abbas yang menuturkan, bahwa Allah menjadikan Adam a.s. Mengantuk dan tertidur. Lalu Allah mengambil salah satu tulang rusuk Adam yang sebelah kanan, yang tempatnya dipenuhi daging. Saat Adam masih terlelap tidur, Allah s.w.t menciptakan istri Adam, Hawa dari tulang rusuk Adam. Perempuan itu diciptakan untuk menentramkan hati Adam. Saat Adam terjaga dari tidurnya dan melihat Hawa di sampingnya, Adam mengatakan, ''Wahai daging, darah, dan istriku.'' Adam pun tentram bersamanya.

Tidak ada perdebatan tentang Allah s.w.t menciptakan Adam di bumi. Tidak ada satu sumber pun yang menyebutkan bahwa Allah memindahkan Adam ke langit itu. Seandainya Adam dipindahkan dari bumi ke langit, semestinya kisah itu yang paling utama disebutkan. Karena itu merupakan tanda besar dan nikmat agung, mengingat posisinya sebagai mi'raj dengan badan dan ruh dari bumi ke atas langit.

Namun bagaimana mungkin Allah s.w.t memindahkannya dan menempatkannya di langit, sementara Allah s.w.t mengabarkan kepada para malaikat bahwa Dia akan menciptakan khalifah khalifah di muka bumi? Mana mungkin pula Allah s.w.t menempatkan Adam di Surga Khuldi yang mana orang yang memasukinya akan kekal di dalamnya, tanpa keluar lagi, sebagaimana firman-Nya, ''Mereka tidak akan keluar darinya (surga).'' (QS. Al-Hijr: 48).

Jika yang dimaksud adalah bahwa Allah s.w.t menurunkan Iblis dari langit ketika menolak sujud kepada Adam, maka persoalan ini berkaitan dengan penciptaan Adam. Adam kemudian ditempatkan di surga. Perintah sujud kepada Adam diberitahukan oleh Allah setelah Adam tercipta, tanpa jeda waktu. Jika surga Adam terletak di atas langit, maka Iblis tidak punya jalan untuk menaikinya, karena telah diturunkan.

Kemungkinan-kemungkinan pemaknaan tersebut boleh-boleh saja. Misalnya ada yang mengatakan, boleh jadi Iblis naik ke surga sementara, bukan untuk menetap. Ada pula yang mengatakan, Iblis masuk surga ke dalam tubuh ular. Ada yang berpendapat, Iblis masuk ke mulut ular. Ada yang mengatakan Iblis yang di bumi menggoda Nabi Adam yang berada di langit. Jarak itu tak menghalangi pengaruh yang kuat.

Namun pendapat semacam itu bertentangan dengan pendapat kami, bahwa ketika menurunkan Iblis dari surga karena enggan bersujud kepada Adam, Allah mengobarkan permusuhan antara Iblis dan manusia. Ketika Allah menempatkan Adam di surga-Nya, Iblis iri kepada Adam, dan berusaha menipunya agar keluar dari surga. Wallaahu a'lam.

Orang-orang yang mengatakan bahwa surga yang ditempati Adam a.s. adalah taman di bumi mengatakan bahwa salah satu bukti surga yang ditempati Adam a.s. bukan Surga Khuldi yang dijanjikan Allah s.w.t menciptakan Adam, Allah memberitahunya bahwa umurnya berbatas. Bahwa Adam diciptakan tidak untuk selamanya.

Hal itu diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda, ''Ketika menciptakan Adam a.s, Allah meniupkan ruh kepadanya. Adam berkata, ''Segala puji bagi Allah yang telah mengizinkanku ada.'' Allah s.w.t berfirman, ''Allah s.w.t akan mengasihimu Adam. Pergilah ke para malaikat yang sedang duduk-duduk itu lalu katakan ''Salam sejahtera untukmu.'' Adam melakukannya dan para malaikat menjawab, ''Salam sejahtera untukmu.'' Adam kembali kepada Allah dan berkata, ''Ini ucapan salam-Mu dan ucapan salam antara diri-Mu dan para malaikat.'' Allah s.w.t lalu mengepalkan kedua tangan-Nya sambil berkata kepada Adam, ''Pilihlah yang kau suka.'' Adam berkata, ''Aku memilih yang sebelah kanan-Mu yang penuh berkah.'' Allah menyodorkan tangan kanan-Nya yang berisi keturunan Adam. Adam bertanya, ''Siapa mereka ?'' Allah s.w.t berfirman, ''Mereka anak cucumu. Semua orang telah dicatat umurnya dalam pengawasan Allah. Ada orang yang cepat meninggal, ada pula yang panjang umur.'' Adam bertanya, ''Siapa ini, ya Allah?'' Allah s.w.t. menjawab, ''Itu anakmu, Daud. Telah kutetapkan baginya umur empat puluh tahun.'' Adam memohon, ''Ya Allah ! Tambahkanlah umurnya.'' Allah menjawab, ''Itulah yang Kutetapkan baginya.'' Adam berkata, ''Ya Allah! Berikan jatah umur enam puluh tahunku untuknya.'' Allah menjawab, ''Baik, umurmu akan dihadiahkan untuknya. Lalu tinggalah di surga sekehendakmu, lantas turunlah dari sana.'' Adam pun berjanji ppada dirinya untuk menuntut janji Tuhan itu. Ketika Malaikat Maut datang hendak menjemput Adam, Adam berkata, ''Aku telah ditangguhkan. Allah s.w.t. telah menetapkan bagiku seribu tahun.'' Malaikat Maut menjawab, ''Betul, Tapi engkau telah menjadikan anakmu yang bernama Daud berumur enam puluh tahun.'' Adam membantah, sehingga anak cucunya pun dapat membantah. Adam lupa, sehingga anak cucunya pun dapat lupa. Sejak hari itu, Allah memerintahkan untuk menggunakan Kitab Suci dan Saksi.'' (35) At-Tirmidzi mengatakan, bahwa hadis ini hasan gharib (bagus tapi aneh), yang diriwayatkan dari jalur selain Abu Hurairah juga.

Keterangan Nomer:

35. At-Tirmidzi (3365). Hakim menshahihkan dalam kitabnya 1/64. Adz-Dzahabi menyepakati penshahihan itu. Hadis itu termasuk hadis hasan, sebagaimana tercatat dalam Shahih At-Tirmidzi (2683).

Recent Post

Tags Postingan

Rating Artikel Ini


Kolom Komentar


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Surga Yang di Tempati Adam : Surga Khuldi Ataukah Taman di Bumi


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah

Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Silahkan Membaca dan Menyimak



ROAD TO HEAVEN - JALAN KE SURGA - Mundzir ibn Said (24) menyebutkan beberapa pendapat tentang firman Allah s.w.t kepada Adam, ''Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini.'' QS. Al-Baqarah: 35

Pendapa pertama menyatakan, bahwa Allah menempatkan Adam di Surga Khuldi, surga yang akan ditempati orang-orang beriman pada Hari Kiamat. Pendapat kedua menyatakan, surga yang ditempati Adam dan istrinya bukan di Surga Khuldi, melainkan tempat lain yang diciptakan Allah untuk menempatkan Adam disana.

Mundzir ibn Sa'id berkomentar, bahwa pendapat terakhir punya banyak dalil yang membenarkannya.



Abu Hasan al-Mawardi (25) dalam tafsirnya menyebutkan, bahwa pendapat tentang surga yang ditempati Adam terpecah menjadi dua: Pertama, surga tersebut adalah Surga Khuldi. Kedua, surga tersebut adalah surga yang disediakan Allah untuk Adam dan istrinya sebagai tempat pengujian. Itu bukan Surga Khuldi yang dijadikan sebagai tempat pengganjaran.

Para penganut pendapat kedua sendiri terpecah menjadi dua pandangan. Pertama, dikemukakan oleh Hasan, bahwa surga Adam tersebut berada di langit, sebab Allah sudah menyatakan telah menurunkan Adam dan istrinya dari surga itu.

Kedua, dikemukakan oleh Ibnu Bahar, bahwa surga tersebut di Bumi. Sebab, Allah menguji mereka dengan melarang mendekati sebuah pohon, tapi tidak melarang mendekati yang lainnya. Hal itu terjadi setelah Allah memerintahkan Iblis sujud kepada Adam a.s. Allah lebih mengetahui kebenaran tentang hal itu.

Ibnu Khathib (26) mengatakan, bahwa ada perbedaan pendapat tentang surga yang disebutkan oleh ayat 35 surah Al-Baqarah tersebut. Apakah surga Adam itu ada di langit ataukah di Bumi? Jika surga Adam itu ada di langit, apakah ia surga yang dijadikan sebagai tempat ganjaran yang bersifat kekal ataukah surga yang lainnya?

Abu Qasim al-Balkhi dan Abu Muslim al-Ashbahani berpendapat, bahwa surga tersebut berada di bumi. Kata ''ihbithuu'' (turun) yang ada pada ayat itu berarti perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, sebagaimana firman-Nya, ''Ihbithuu Mishran'' (Tempattilah Mesir atau sebuah kota) pada ayat 61 surah Al-Baqarah. Mereka berdua pun berdalil dengan berbagai argumen.

Pendapat kedua dilontarkan oleh al-Juba'i (27) bahwa surga berada di langit ketujuh.

Pendapat ketiga dinyatakan oleh mayoritas sahabat kami, bahwa surga tersebut adalah surga tempat pengganjaran amal.

Abu Qasim ar-Raghib (28) berkata dalam tafsirnya, bahwa orang-orang berbeda pendapat tentang surga yang ditempati Adam. Ada yang berpendapat, bahwa surga itu adalah taman yang diciptakan Allah untuk menguji Adam. Itu bukan Surga Ma'wa (surga akhirat). Abu Qasim ar-Raghib mengajukan berbagai argumentasi.

Penafsir lain yang membahas tentang perbedaan tersebut adalah Abu Isa ar-Rummani. (29) Dia berpendapat surga tersebut adalah Surga Khuldi. Dia katakan bahwa perspektif yang dipilihnya ini didasarkan pada pernyataan Hasan, Amru, Washil dan sahabat-sahabatnya. Itu perkataan Abu Ali, Abu Bakar dan para pakar tafsir al-Qur'an.

Ibnu Khathib tak berpendapat soal ini. Dia memunculkan pendapat keempat, yaitu semua pendapat tersebut mungkin benar. Namun, dalil-dalilnya saling bertentangan. Jadi, sebaiknya kita diam saja, tak perlu mengambil sikap.



Mundzir ibn Sa'id berkata, bahwa pendapat yang menyebutkan surga Adam berada di bumi, bukan Surga Khuldi berdasarkan pendapat Abu Hanifah dan kawan-kawan. Mundzir menuturkan, bahwa ia telah menemui sejumlah ahli fikih Irak yang sependapat dengan Abu Hanifah, bahwa surga yang ditempati Adam bukan Surga Khuldi. Orang-orang yang berpendapat demikian adalah orang-orang yang dipercaya kualitas keilmuannya.

Mundzir berpendapat sedemikian rupa bukan untuk membela pendapat Abu Hanifah, melainkan membela pendapat yang berdasarkan dalil al-Qur'an dan Sunnah.

Ibnu Qutaibah (30) menyebutkan di dalam kitab al-Ma'aarif bahwa setelah menciptakan Adam dan istrinya, Allah membiarkan mereka berdua untuk makan buah-buahan sebanyak-banyaknya, memenuhi bumi, menguasai laut, burung, hewan, tumbuhan, pepohonan, dan buah-buahan. Lantas Allah s.w.t memberitahukannya bahwa di dunia terdapat makhluk-Nya. Disana juga terdapat perintah-Nya. Lalu Allah menciptakan sungai surga dan membaginya menjadi empat cabang, yaitu Saihun, Jaihun, Dajlah dan Furat.

Setelah itu, Ibnu Qutaibah menyebutkan tentang ular. Hewan melata darat yang paling besar itu membujuk istri Adam, ''Kalian berdua tidak akan mati jika kalian memakan dari pohon ini.''

Kemudian mereka diturunkan dari Surga Adn sebelah timur bumi, tempat mereka berasal.

Wahab menuturkan, bahwa tempat turunnya Adam dari surga adalah bagian timur India. Qabil membawa saudaranya ke oase Yaman, yang terletak di sebelah timur Eden, tempat dimana Qabil mengubur saudaranya. (31)

Yang lain berpendapat dengan nukilan pendapat Abu Shalih dari Ibnu Abbas tentang kalimat ''Ihbithuu'' (turunlah). Kata tersebut mengandung arti: Turunlah fulan dari tempat ini

Wahab ibn Munabbih menyampaikan, bahwa Adam diciptakan di dunia. Disanalah tempat tinggalnya. Disana namanya dikaitkan dengan Surga Firdaus. Adam pun menempati Surga Adn. Ada empat sungai yang berpusat pada sungai yang disebut dengan Firdaus Adam. Sungai-sungai itu tetap ada di dunia. Tak ada perbedaan pendapat tentang hal itu.''

Adapun ular (hayyatun) yang dapat berbicara dengan Adam adalah hewan darat yang besar. Mundzir tidak menyebutkan ular itu hewan langit. Mereka berpendapat, surga Adam tak terdapat di bumi, melainkan di langit ke tujuh.

Mundzir berkata, bahwa Adam dikeluarkan dari sebelah timur Surga Eden, bukan dari Surga Ma'wa, baik yang sebelah timur atau sebelah barat. Sebab, tidak ada matahari disana.

Menurut Mundzir lagi, bahwa Allah mengeluarkan Adam ke bumi, tempat pertama kali mereka diambil. Artinya, Allah mengeluarkannya dari Surga Firdaus, lantas menempatkannya di Eden, bagian timur India.

Ibnu Qutaibah menceritakan bahwa Eden itu terletak di Yaman. Allah mengeluarkan Adam dari Firdaus ke Eden. Lantas Ibnu Qutaibah mengabarkan bahwa empat sungai yang tadi telah disebut merupakan cabang sungai Firdaus yang ditempati Adam.

Demikianlan pendapat-pendapat tentang surga Adam. Kami akan mengurai argumen masing-masing pihak, dan akan menjelaskan kekuatan dan kelemahannya, insya'allah.

Sumber :
Surga Yang di Tempati Adam : Surga Khuldi Ataukah Taman di Bumi
http://roadtoheaven.mywapblog.com/surga-yang-di-tempati-adam-surga-khuldi.xhtml

Keterangan angka :
menyusul Insya Allah

Artikel Terkait
Tags Postingan


Rating Artikel Ini


Kolom Komentar



Walhamdulillahi Rabbil'alamin