Tampilkan postingan dengan label ada surga hari ini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ada surga hari ini. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 November 2013

Keberadaan Surga Saat ini Bagian 3



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh





Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah


Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Silahkan Membaca dan Menyimak


ROAD TO HEAVEN - JALAN KE SURGA Al-Bukhari juga menyebutkan hadis Abdullah ibn Abbas yang mengatakan terjadi gerhana matahari di masa kehidupan Rasulullah s.a.w lantas Rasulullah s.a.w bersabda, ''Matahari dan bulan adalah sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah. Gerhana tidak terjadi karena kematian seseorang atau kelahiran seseorang. Ketika kalian melihat gerhana, berzikirlah kepada Allah!'' Para sahabatnya bertanya, ''Wahai Rasulullah! Kami melihatmu memakan sesuatu di tempatmu berdiri, kemudian kami melihatmu memalingkan muka.'' Rasulullah bersabda s.a.w bersabda, ''Aku melihat surga dan memakan makanannya. Jika kalian mengalaminya, niscaya kalian akan memakannya sampai dunia habis. Aku juga diperlihatkan neraka. Aku tak pernah melihat pemandangan seseram itu. Kulihat mayoritas penghuni neraka adalah perempuan.'' Para sahabat bertanya, ''Karena apa mereka masuk neraka, wahai Rasulullah?'' Rasulullah s.a.w menjawab, ''Karena kekufuran mereka.'' Para sahabat bertanya, ''Apakah mereka mengingkari Allah?'' Rasulullah menjawab, ''Mereka kufur (ingkar) kepada kebaikan suami mereka.''(11)

Selaras dengan hadis di atas, Shahih Muslim juga menyebutkan hadis berikut ini, ''Semua hal yang dijanjikan kepada kalian telah kulihat dalam shalatku ini. Neraka diperlihatkan kepadaku ketika kalian melihatku mundur karena takut terkena kobaran apinya. Di neraka kulihat orang kikir yang punggungnya diseret ke dalam neraka. Aku juga melihat seorang perempuan yang punya kucingnya makan lumpur dan kerikil hingga mati kelaparan. Kemudian aku didatangkan ke surga ketika kalian lihat aku bergerak maju. Kujulurkan tanganku. Aku ingin memakan buah surga dan memperlihatkan kepada kalian. Tapi aku tidak melakukannya. Sungguh semua hal yang dijanjikan kepada kalian itu telah diperlihatkan kepadaku dalam shalatku ini.''(12)

Musnad Imam Ahmad, Sunan Abi Dawud, dan Sunan an-Nasa'i menyebutkan hadis riwayat Abdullah ibn Amr tentang kisah tersebut, ''Demi jiwa Muhammad yang berada dalam kekuasaan-Nya! Surga telah didekatkan padaku, hingga seandainya Kujulurkan tanganku, aku dapat meraih tangkai buah-buahannya. Neraka juga telah didekatkan kepadaku, sehingga aku menjauhinya karena takut neraka mendekati kalian.''(13) (Hadis)

Shahih Muslim menyebutkan hadis riwayat Anas ibn Malik yang mengatakan, bahwa usai melaksanakan shalat, Rasulullah bersabda, ''Wahai manusia! Aku imam kalian. Maka jangan mendahuluiku saat ruku' dan sujud. Jangan pula kalian angkat kepala kalian, karena aku dapat melihat kalian dari depan dan dari belakang. Demi Allah! Seandainya kalian melihat apa yang kulihat niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.'' Para sahabat bertanya, ''Apa yang engkau lihat, ya Rasul?'' Rasulullah s.a.w bersabda, ''Aku melihat Surga dan Neraka.''(14)

Muwaththa' menyebutkan hadis Ka'ab ibn Malik, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda, ''Sesungguhnya jiwa orang beriman itu akan menjadi burung yang bertengger di pohon surga hingga dikembalikan oleh Allah s.w.t ke tubuhnya di Hari Kiamat.''(15) Hadis itu secara jelas menyebutkan roh masuk surga sebelum Hari Kiamat.

Ada juga hadis serupa yang diriwayatkan oleh Ka'ab ibn Malik bahwa Rasulullah s.a.w. Bersabda, ''Sesungguhnya ruh-ruh orang-orang yang mati syahid menjadi burung hijau yang bertengger di dahan buah-buahan atau pepohonan surga.''(16)


Keterangan Angka Hadis:

11. Al-Bukhari (1052, dan 52), Muslim (907). Malik, Al-Muwaththa' 1/186-187, Lihat riwayat hadis ini di Jami'ul Ushuul, (4272). Al-Hafidz mengatakan di kitab Al-Fath: di hadis itu ada seruan untuk bergegas taat ketika melihat sesuatu yang mengkhawatirkan. Dorongan untuk meminta perlindungan dari cobaan dengan cara berzikir dan melakukan berbagai hal yang menunjukkan ketaatan kepada Allah s.w.t. Salah satu hal yang menunjukkan mukjizat Rasulullah s.a.w secara nyata adalah ketika Nabi Muhammad menasihati umatnya. Beliau mengajari umatnya dengan mempersilakan orang yang sedang belajar mengulangi pelajaran yang belum dipahaminya kepada orang yang berpengetahuan mumpuni. Beliau mewanti-wanti mereka dari hal yang berbahaya. Beliau membolehkan pertanyaan tentang sebab hukum. Dan menganjurkan orang berilmu menjelaskan hal yang dibutuhkan muridnya. Beliau melarang pelanggaran hak. Beliau menganjurkan kita berterima kasih kepada pihak yang memberi nikmat. Dalam pernyataan tersebut, ternyata pernyataan tentang surga dan neraka adalah makhluk yang telah ada saat ini.'' ada pula pembolehan sebutan kafir bagi orang yang keluar dari agama Islam; pembolehan penyiksaan orang bertauhid yang berbuat maksiat; dan pembolehan bergerak sedikit dalam sholat.

12. Muslim (904). Untuk pengetahuan lebih lanjut, baca Jaami'ul Ushuul (4270) dan Al-Irwaa' (655 dan 657).

13. Ahmad (6493). Abu Dawud (1194). An-Nasa'i 3/138. Itu hadis sahih. Baca, Al-Irwaa 3/132, dan Jami'ul Ushuul (4277).

14. Muslim (426). An-Nasa'i 3/83. Untuk pengetahuan lebih lanjut, baca Musnad Abi Ya'la (3952).

15. Al-MUWATHTHA' 1/240. Ahmad (15776, 15780, dan 15792). An-Nasa'i 1/108. Ibnu Majah (4271). Abu Na'im, Al-Hulliyyah, 9/156. Ibnu Hibban, Mawaarid, (734). Itu hadis sahih.

16. At-Tirmidzi (1641). Ahmad (27236). Ibnu Hibban, Mawaarid, (734). Itu hadis yang sahih. Untuk pengetahuan lebih lanjut, baca, Al-Ahadiitsush Shahiihah, (995)

Baca Artikel Terkait


  1. Keberadaan Surga Saat Ini Bagian 2
  1. Keberadaan Surga Saat Ini
  1. Manusia adalah Penerima Nikmat Abadi
  1. Kandungan Blog ROAD TO HEAVEN - JALAN KE SURGA
  1. MUKADIMAH Blog ROAD TO HEAVEN - JALAN KE SURGA

Tags Postingan:

  1. Surga Saat Ini
  1. Mukadimah Blog

Rating Artikel Ini

Kolom Komentar


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Rabu, 11 September 2013

Keberadaan Surga Saat Ini


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh





Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah


Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Silahkan Membaca dan Menyimak


PARA SAHABAT RASULULLAH S.A.W., para tabi'it tabi'in, kalangan ahlus sunnah dan ahlul hadis bersepakat bahwa surga sudah ada saat ini. Para pakar fikih Islam, para sufi, dan orang-orang zuhud percaya dan membenarkan kesepakatan mereka itu berdasarkan teks-teks al-Qur'an, Sunnah, dan hal-hal yang diketahui niscaya dari kabar-kabar semua rasul, dari awal hingga akhir.

Dalam waktu yang lama, mereka semua menyatakan bahwa surga sudah diciptakan. Hingga muncul orang-orang Qodariyah dan Mu'tazilah yang menolak keberadaan surga saat ini.

Kaum Qodariyah dan Mu'tazilah berpendapat surga akan diciptakan di Hari Pembalasan. Mereka mendasarkan pendapat itu pada pokok-pokok argumen yang rusak, yang dikaitkan dengan syariat.

Tentang tindakan Tuhan, mereka menyatakan ada hal-hal yang harus dilakukan Allah, ada pula hal-hal yang tidak harus dilakukan-Nya. Mereka mengkiaskan tindakan Allah dengan tindakan-tindakan manusia. Menurut mereka, Allah dan manusia punya keserupaan dalam tindakan. Mereka juga berpendapat bahwa Allah tidak bersifat.

Mengenai surga, mereka berpendapat, bahwa penciptaan surga sebelum Hari Pembalasan adalah tindakan yang sia-sia, karena tidak dihuni pada waktu yang sangat lama, dan akan hancur saat kiamat datang, lalu dibangun lagi. Jika para malaikat telah membangun surga, yang diisi dengan beragam makanan, beragam perabot, dan hal-hal yang dibutuhkan, namun surga tak ditempati selama berabad-abad, maka tindakan malaikat itu tidak selaras dengan kebijaksanaan-Nya.

Golongan ini mengungkapkan rasio. Mereka menilai Allah dengan akal yang rusak dan pendapat yang batil. Mereka kiaskan tindakan Allah dengan tindakan-tindakan mereka. Mereka kaitkan pendapat mereka dengan teks-teks yang bertentangan dengan syariat yang ditetapkan Allah. Namun, mereka kait-kaitkan pendapat mereka dengan syariat. Lantas, mereka anggap sesat dan bid'ah orang-orang yang menentang mereka. Mereka mengharuskan sesuatu yang ditertawai oleh orang-orang yang berakal.

Sebaliknya, ulama salaf percaya, bahwa surga dan neraka telah diciptakan. Orang-orang ahli sunnah dan hadis sepakat dengan pendapat itu.

Imam Abu Hasan Al-Asy'ari mencatat didalam kitab Maqaalaatul Islaamiyyin wa Ikhtilaaful Mushallin, ''Orang-orang ahlul hadis dan ahlus sunnah yang beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, wahyu-wahyu dari-Nya, dan riwayat-riwayat yang terpercaya tentang Rasulullah S.A.W., sama sekali tidak menentang (keyakinan bahwa surga dan neraka telah diciptakan).''

Mereka yakin, bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, yang tak bersekutu dan tak beranak. Mereka pun percaya bahwa Muhammad S.A.W., adalah hamba dan Rasul-Nya. Surga itu benar adanya, demikian pula neraka. Hari Kiamat tak diragukan kehadirannya. Dan Allah akan membangkitkan orang-orang yang telah mati dari dalam kubur.

Mereka percaya Allah S.W.T., berada diatas Arsy, sebagaimana firman-Nya, ''...Yaitu, Tuhan Yang Maha Pemurah bersemayam diatas Arsy.'' (QS. Thahaa: 5). Allah memiliki tangan sebagaimana firman-Nya, ''Kuciptakan dengan kedua tangan-Ku.'' (QS. Shaad: 75). Allah memiliki dua mata, tapi tak perlu ditanyakan semacam apa, sebagaimana firman-Nya, ''Yang berlayar dengan mata (pengawasan) Kami.'' (QS. Al-Qamar: 14). Allah juga memiliki wajah, sebagaimana firman-Nya, ''Dan wajah Allah yang memiliki keagungan dan kemuliaan itu tetap tak berubah.'' (QS. Ar-Rahman: 27).

Nama-nama Allah bukanlah hal-hal selain Allah, sebagaimana dikatakan oleh Mu'tazilah dan Khawarij. Orang-orang ahlus sunnah percaya bahwa Allah berilmu, sebagaimana firman-Nya, ''Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya.'' (QS. An-Nisaa: 166).

Ahlus sunnah memastikan Allah itu mendengar dan melihat. Mereka tidak menafikan sifat-sifat Allah itu, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mu'tazilah. Ahlus sunnah juga yakin bahwa Allah memiliki kekuatan, sebagaimana firman-Nya, ''Tidakkah mereka memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka itu jauh lebih kuat daripada mereka?'' (QS. Fushshilat: 15)

Mereka percaya bahwa di dunia ini tidak ada kebaikan dan keburukan kecuali dengan kehendak Allah S.W.T. Ini selaras dengan firman-Nya, ''Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah.'' (QS. Al-Insaan: 30). Pendapat ini juga sejalan dengan perkataan orang-orang Islam, bahwa sesuatu yang dikehendaki Allah akan terjadi, dan sesuatu yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan terjadi.

Ahlus sunnah berpendapat, bahwa manusia tidak bisa berbuat sesuatu sebelum Allah menghendakinya. Manusia tidak bisa keluar dari pengetahuan Allah. Manusia tidak bisa melakukan sesuatu yang diketahui Allah bahwa dia tidak akan melakukan-Nya.

Ahlus sunnah yakin, bahwa tidak ada pencipta selain Allah. Keburukan yang dilakukan manusia pun ciptaan Allah. Tindakan manusia dibuat oleh Allah.

Allah S.W.T memberi petunjuk kepada orang-orang beriman untuk mentaati-Nya, dan menelantarkan orang-orang kafir. Allah S.W.T sangat lembut kepada orang-orang beriman. Dia memperhatikan mereka, memperbaiki mereka, dan memberi mereka petunjuk.

Allah S.W.T tidak berlaku lembut kepada orang kafir, tidak memperbaiki mereka, tidak pula memberi hidayah kepada mereka. Seandainya Allah berkehendak memperbaiki mereka, niscaya mereka akan menjadi orang-orang baik. Jika Allah mau memberi hidayah kepada mereka, niscaya mereka menjadi orang-orang yang mendapat petunjuk. Allah S.W.T mampu untuk memperbaiki orang-orang kafir dan berlaku lemah-lembut kepada mereka sehingga mereka menjadi orang beriman. Namun, Allah menghendaki mereka menjadi orang-orang kafir dengan pengetahuan-Nya. Allah pun menelantarkan mereka, membiarkan mereka tersesat mengunci hati mereka dalam kebatilan.

Kebaikan dan keburukan sesuai dengan ketentuan-Nya. Ahlus sunnah percaya pada ketentuan-Nya, yang baik dan yang buruk, yang manis dan yang pahit. Mereka percaya bahwa diri mereka tidak dapat menghasilkan satu kemaslahatan atau kemudaratan kecuali dengan kehendak Allah S.W.T. Mereka serahkan segala urusan mereka kepada Allah S.W.T. Mereka memohon segala kebutuhan kepada Allah S.W.T setiap waktu. Mereka selalu membutuhkan-Nya.

Ahlus sunnah berpendapat, bahwa Al-Qur'an adalah kalam Allah. Al-Qur'an bukan makhluk.

Ahlus sunnah percaya, bahwa Allah S.W.T dapat dilihat dengan mata telanjang pada Hari Kiamat. Orang-orang beriman dapat melihat-Nya seperti melihat bulan di malam purnama. Orang-orang kafir tidak dapat melihat-Nya, karena mata mereka dihijab (ditutup), seperti firman-Nya, ''Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka.'' (QS. Al-Muthaffifin: 15)


Rating Artikel Ini

Kolom Komentar

Walhamdulillahi Rabbil'alamin