Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah
Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.
Silahkan Membaca dan Menyimak
SEGALA PUJI BAGI ALLAH yang telah menciptakan surga sebagai tempat tinggal orang-orang yang beriman, dan memberikan kemudahan bagi mereka untuk melakukan amal saleh yang mengarahkan ke sana. Dengan mengesampingkan kesibukan selain mengharapkan surga, mereka akan dimudahkan oleh Allah untuk menelusuri jalan ke arahnya.
Surga telah diciptakan untuk mereka sebelum mereka diciptakan. Mereka dijanjikan tinggal di sanan sebelum mereka dilahirkan.
Tak ada yang menjengkelkan di dalam surga. Karena itu, calon-calon penghuninya diuji, untuk menentukan siapa yang paling bagus amal perbuatannya dan berhak mendapatkan surga.
Allah s.w.t. telah menjanjikan kepada kaum beriman bahwa mereka akan memasukinya. Dia s.w.t. mengibaratkan masa hidup di dunia fana sangat sebentar di bandingkan masa hidup di surga. Bahkan, di sana disediakan segala hal yang tak pernah dilihat mata, tak semapt didengar telinga, dan sama sekali tak terbersit di dalam hati.
Tapi, Allah menjelaskan keadaan surga bagi para calon penghuninya dengan bahasa-bahasa inderawi, meski kenyataannya surga itu melampui semua ungkapan bahasa. Allah memberi mereka kabar gembira melalui lisan para rasul-Nya. Itu adalah kabar terbaik dari mulut terbaik. Kabar gembira itu disempurnakan lagi dengan berita bahwa mereka kekal di dalamnya tanpa kekurangan suatu apa pun.
Segala puji bagi Allah, pencipta langit dan bumi. Pengutus para malaikat. Penentu para rasul sebagai pemberi kabat dan peringatan, supaya manusia tak berdalih lagi setelah kedatangan para nabi.
Sebab, Allah tak menciptakan mereka sia-sia. Justru mereka diciptakan untuk melaksanakan perintah penting. Allah menyediakan ajaran-ajaran agung, dan membangun tempat-tempat mulia bagi orang-orang yang mau mendengarkan seruan-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun. Tempat itu diperuntukkan bagi orang yang menanggapi dengan positif seruan-Nya, tanpa penentangan dan tanpa harapan kepada selain-Nya.
Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan hamba-hamba-Nya dalam beramal. Dia singkirkan banyak hal yang dapat menggelincikan mereka, dan menganugerahkan berbagai nikmat. Dia tetapkan diri-Nya sebagai Yang Maha Pengasih. Dia nyatakan bahwa kasih sayang-Nya lebih besar dari pada murka-Nya. Dia ajakan hamba-Nya masuk surga. Ajakan itu di umumkan suapaya para hamba tak berdalih di hadapan-Nya, dan keadilan pun terselenggara.
Namun, Allah hanya mengkhususkan petunjuk bagi orang yang mengharapkan kenikmatan dan keutamaaan dari-Nya.
Ini adalah keadilan dan kebijakasaan-Nya. Dia Maha Besar dan Bijaksana. Ganjaran itu merupakan karunia yang diberikan kepada orang-orang tertentu. Sungguh Allah pemilik keutamaan agung.
Saya bersaksi, bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Tak ada sekutu bagi-Nya. Ini persaksian seorang hamba sekaligus anak hamba. Sungguh, tidak ada secuil karunia dan rahmat yang dapat diraih, serta tidak ada hal yang dapat mencapai surga dan menjauhkan diri dari neraka, kecuali dengan maaf dan ampunan-Nya.
Saya juga bersaksi bahwa Muhammad s.a.w. adalah hamba sekaligus Rasul-Nya. Saya percaya pada wahyu dan kebaikan yang diperlihatkannya.
Rasulullah diutus oleh Allah untuk menjadi rahmat semesta alam, suri tauladan bagi penghuni mayapada, penuntun para pencari jalan kebenaran, dan bukti kekuasaan Allah di hadapan seluruh hamba-Nya. Beliau dipilh untuk mengajak ke arah iman, membimbing ke jalan surga, memberi contoh akhlak mulia, membacakan Kitab Suci-Nya, berdaya upaya mendapatkan ridha-Nya, mengajak kepada kebaikan, dan mencegah kemungkaran.
Kerasulan beliau ditetapkan pada Akhir Zaman. Dengannya, beliau membimbing umat manusia ke jalan lurus dan terang, dan mendorong seluruh hamba Allah untuk mentaati, mencintai, menghormati dan memenuhi hak-hak Sang Pencipta.
Beliau menahan seluruh pintu surga, yang takkan terbuka kecuali melalui jalan yang beliau tunjukkan. Siapa pun orangnya yang berusaha masuk surga takkan dapat memasukinya selain ikut berada di belakang Rasulullah dan mengikuti jalan yang ditunjukkan beliau.
Segala puji bagi Allah yang telah melapangkan dada Muhammad s.a.w. sekaligus meringankan beban beliau, mengharumkan nama beliau, dan menghinakan orang yang menentang beliau.
Rasulullah menyeru kepada Allah dan surga-Nya secara diam-diam dan terang-terangan. Beliau dengungkan seruan itu ke tilinga umat sepanjang siang dan malam, hingga fajar keagungan Islam menyinsing, cahaya ima terpancar, kalimatullah membumbung ke angkasa, dan rayuan setan runtuh tak berdaya.
Beliau menerangi bumi yang gelap gulita dengan cahaya risalah. Beliau satukan hati manusia yang tercerai berai. Dari situ, wajah bumi menjadi indah. Kegelapan berubah menjadi cahaya. Semua orang baik pun mendapatkan hidayah.
Setelah Allah menyempurnakan agama-Nya, memenuhi segala nikmat, dan menyebarkan ajaran Islam sebagai rahmat semesta alam, Rasulullah terus-menerus menyampaikan risalah-Nya, menasihati semua manusia, dan berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad.
Rasulullah pernah diminta memilih antara tetap berada didunia atau berjumpa dengan Sang Pencipta. Beliau memilih berjumpa dengan Allah sekaligus mencintai dan merindukan-Nya. Karena itu, Allah menempatkan beliau di posisi yang paling mulia, tempat yang paling tinggi.
Beliau meninggalkan untuk umat beliau bekal yang jelas dan tegas. Para sahabat dan pengikut beliau pun hanya perlu mengikuti jejak beliau menuju surga. Sementara orang-orang yang melenceng dari jalan beliau hanya akan tersesat ke jalan neraka.
''...Yaitu agar orang yang binasa itu bianasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula)). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'' (QS. Al-Anfaal:42)
Allah s.w.t. beserta para malaikat, para nabi, para rasul, dan para hamba yang beriman mengucapkan shalawat untuk Rasulullah s.a.w. Allah pun menyatukan shalawat kepadanya dengan kalimat tauhid, menjadikan shalawat sebagai ibadah, sebagaimana yang kita ketahui dan kita berdoa dengannya.
Sesungguhnya Allah s.w.t sama sekali tidak menciptakan sesuatu secara sia-sia. Ciptaan-Nya tak dibiarkan ada begitu saja. Semuanya diciptakan untuk tujuan mulia, dan maksud agung. Dia ciptakan langit, bumi, dan gunung, dengan penuh perhatian.
Sementara itu, ada orang yang dalam sgela kelemahannya memiliki beban berat, lantaran kezaliman dan kebodohannya. Dia letakkan di atas punggungnya segala hal yang dia pikul. Dia temani dunia laksana hewan yang tak tahu siapa penciptanya dan apa hak penciptanya. Dia pun tak tahu apa tujuan datang dan perginya ke dunia yang tak lebih dari persinggahan di dunia fana ini. Cepat atau lambat dia akan segera pergi menuju negeri yang kekal.
Mereka telah disetir oleh tipuan inderawi. Mereka dikecoh oleh permainan pikiran. Mereka bergelimang kelalaian. Angan-angan batil menari-nari di pikiran mereka. Mereka ditipu oleh harapan palsu. Hati pun terperangkap dalam amal yang buruk.
Yang dipahami hanya kenikmatan duniawi. Bagaimana caranya memenuhi nafsu birahi. Di mana pun tempatnya, dia akan segera menerkam. Jika hal duniawi bentrok dengan ukhrawi, dia akan sgera mengejar yang duniawi. Ketika hal-hal yang bersifat ukrawi disodorkan, dia enggan turut campur dalam menggapai pahala dan ridha Ilahi.
''Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.'' (QS. Ar-Ruum:7).
Alangkah mengherankannya orang yang melalaikan Allah walau sekejap. Hembusan nafasnya jadi tak berharga. Jika dia pergi, dia tak kembali kepada-Nya. Malam-malamnya berlalu tanpa arti. Dia tak berpikir kemanakan tujuannya. Ke surga ataukah ke neraka.
Saat ajal menjemput, dia gelisah, karena kekacauan diri dan ketidaktahuan jati diri, bukan karena keburukan amalnya atau kelalaiannya selama ini.
Ketika segala duka nestapa menghampiri, dia bersandar pada maaf Ilahi. Dia tahu bahwa Allah Maha Pengampun dan Pengasih. Namun, dia tdiak sadar bahwa Allah pun mampu memberikan siksa yang amat teramat pedih.
Rating Artikel Ini
Kolom Komentar
Walhamdulillahi Rabbil'alamin








0 komentar:
Posting Komentar