Tampilkan postingan dengan label surga khuldi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label surga khuldi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 November 2013

Sanggahan Terhadap Pihak Yang Mengatakan Surga Adam di Bumi


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh




Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah

Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.


Silahkan Membaca dan Menyimak

ROAD TO HEAVEN - JALAN KE SURGA Pendapat yang mengatakan bahwa Allah s.w.t menciptakan Surga Khuldi untuk dimasuki di Hari Kiamat dan waktu itu belum datang, adalah pendapat yang benar, yaitu masuk surga secara mutlak. Masuk surga untuk menetap selamanya.

Adapun masuk surga secara sementara terjadi sebelum Hari Kiamat. Rasulullah s.a.w pernah masuk surga pada malam Isra' - Mi'raj. Ruh-ruh orang beriman yang mati syahid juga berada di alam Barzakh, di surga. Masuknya mereka ke surga itu tak semakna dengan masuk surga yang dikabarkan Allah akan terjadi di Hari Kiamat.

Masuk surga secara kekal terjadi pada Hari Kiamat. Maka bagaimana mungkin masuk surga secara mutlak saat kehidupan di dunia ini masih ada?

Orang-orang yang berpendapat bahwa surga Adam ada di langit berdalil, bahwa kondisi Surga Khuldi tidak terdapat di surga yang ditempati Adam. Di surga tempat Adam dahulu terdapat ketelanjangan, kelelahan, kesedihan, kesia-siaan, dan kebohongan.

Pendapat tersebut benar adanya. Kami tidak memungkirinya. Sedangkan pendapat yang mengatakan bahwa Surga Khuldi dimasuki pada Hari Kiamat, sebagaimana disebutkan oleh ayat-ayat Al-Qur'an, tidak bertentangan dengan firman Allah bahwa orang-orang beriman sudah ada yang memasukinya.

Mereka juga berpendapat bahwa Surga Khuldi adalah tempat pengganjaran, bukan tempat pembebanan kewajiban/larangan (taklif). Namun, Adam diberi beban larangan memakan buah satu pohon. Fakta ini menunjukkan, bahwa ''surga'' Adam adalah tempat untuk pembebanan kewajiban, bukan Surga Khuldi.

Mengenai pendapat kalian tersebut terdapat dua jawaban :

Pertama, surga itu tidak disebut sebagai tempat kewajiban menjalankan syariat (daarut takliif) ketika dimasuki oleh orang-orang beriman di Hari Kiamat. Kewajiban menjalankan syariat (takliif) hanya berlaku di kehidupan dunia. Tidak ada dalil yang menghalangi pelaksanaan syariat (takliif) di kehidupan dunia.

Rasulullah s.a.w bersabda, ''Semalam aku masuk surga. Di sana aku melihat seorang perempuan wudhu di samping istana.'' (39)

Artinya, tak ada larangan bagi penghuni surga untuk melakukan perintah Allah dan beribadah, sebelum Hari Kiamat datang. Hal itu kenyataan yang terjadi. Orang yang sekarang di surga, haruslah melakukan perintah Tuhan, baik perintah itu disebut sebagai takliif (kewajiban menjalankan syariat) atau yang lainnya.

Kedua, takliif di surga berbeda dengan kewajiban-kewajiban yang dilakukan manusia di dunia, seperti puasa, shalat, dan jihad. Taklif di surga yang ditempati Adam adalah larangan untuk mendekati pohon, baik satu pohon atau jenis pohon. Ketentuan semacam ini tak terjadi di Surga Khuldi. Hal ini serupa dengan larangan mendekati keluarga lain di Surga.

Jika Anda menganggapnya bukan takliif, karena hal semacam itu tak mungkin terjadi di sana, maka pendapat Anda ini tak berdasar. Jika Anda mengatakan takliif di dunia terhapus di sana, maka pernyataan itu benar, tapi tak selaras dengan apa yang kita bahas.

Mengenai dalil bahwa Adam tidur surga, padahal tidak ada tidur di Surga, maka berikut ini jawabannya. Jika nash agama menunjukkan bahwa Adam tidur, padahal penghuni surga tidak tidur ketika memasukinya di Hari Kiamat, supaya tidak mati. Adapun sebelum Hari Kiamat, tidak ada ketiadaan tidur di sana.

Kemudian mengenai kisah Iblis yang mengganggu hati Adam setelah Adam diturunkan dari surga. Dari situ Anda mengatakan bahwa Adam dikeluarkan dari langit. Demi Allah ! Itu dalil yang kuat yang menunjukkan kesahihan pendapat kalian.

Pendapat yang mengatakan bahwa Adam berupaya naik ke langit lagi setelah diturunkan, merupakan pendapat yang tak masuk akal. Namun tak menutup kemungkinan Adam naik ke atas sementara waktu untuk mendapatkan cobaan dan ujian yang telah ditentukan oleh Allah s.w.t, meskipun tempat tersebut tidak dijadikan sebagai tempat menetap selamanya.

Allah s.w.t telah mengabarkan tentang kondisi setan sebelum Rasulullah s.a.w diutus menjadi rasul. Para setan duduk di langit, seperti firman Allah, ''Dan sesungguhnya kami (setan) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-berita langit).'' QS. Al-Jin: 9). Mereka mendengarkan penggalan-penggalan wahyu.

Yang dilakukan setan tersebut adalah terbang ke langit. Tapi itu sementara. Mereka tidak menetap di sana, sebagaimana firman Allah s.w.t, ''Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain.'' (QS. Al-Baqarah: 36). Jadi tidak ada pertentangan antara berada di langit dan perintah turun darinya. Kondisi itu mungkin. Hanya Allah s.w.t yang Maha Tahu.

Kalian berkata bahwa Allah s.w.t memberitahu Adam tentang waktu ajalnya. Namun, kalian tidak menyebutkan hadis atau dalil untuk menguatkan pendapat kalian tersebut.

Jadi, jawabannya adalah, tak ada persoalan dengan masuknya Adam ke Surga Khuldi untuk sementara waktu. Adapun kabar dari Allah bahwa orang yang masuk surga tidak akan mati dan tidak akan dikeluarkan dari surga, maka ketahuilah bahwa kabar itu terkait dengan masuk surga di Hari Kiamat.

Dalil kalian bahwa Adam diciptakan dari tanah, tak ada keraguan di dalamnya. Tapi apa landasan Anda mengatakan bahwa penciptaan Adam selesai di bumi?

Atsar telah mengatakan, ''Allah s.w.t menempatkan Adam di pintu surga selama empat puluh hari. Iblis memperhatikannya, dan bertanya-tanya, ''Apa yang kau ciptakan, ya Allah?'' Ketika Iblis melihatnya berongga, Iblis tahu bahwa makhluk itu bukan malaikat. Iblis pun berkata, ''Jika Kau kuasakan dia pada malaikat, aku akan menghancurkannya. Jika Kau kuasakan dia padaku, maka aku akan menyesatkannya.' '' (40)

Allah s.w.t berfirman, ''Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman, 'Sebutkanlah kepada-Ku, nama benda-benda itu jika memang kamu orang yang benar !' Mereka menjawab, 'Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.' Allah berfirman, 'Hai Adam, beritahukan kepada mereka nama-nama benda ini.' Maka setelah diberitahukannya nama-nama benda itu, Allah berfirman, 'Bukankah sudah Kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?' '' (QS. Al-Baqarah: 31-33)

Ayat itu menunjukkan bahwa Adam berada di langit bersama para malaikat, sehingga Adam bisa memberitahukan nama-nama benda. Kalau tidak, semua malaikat turun ke bumi untuk mendengarkan penjelasan Adam.

Jika penciptaan Adam telah sempurna di bumi, tak menutup kemungkinan jika Allah mengangkatnya ke langit dengan perintah dan ketentuan-Nya, lantas mengembalikannya ke bumi. Bukankah Allah s.w.t telah mengangkat Isa al-Masih ke langit kemudian menurunkannya ke bumi sebelum Kiamat berlangsung? Allah pun telah me-mi'raj-kan jiwa dan raga Nabi Muhammad s.a.w ke atas langit.

Ini jawaban orang-orang yang mengatakan surga yang ditempati Adam adalah Surga Khuldi, terhadap pihak-pihak yang berseberangan dengan mereka. Allah s.w.t jua yang Maha Tahu pendapat yang benar.


Keterangan Angka

39. Al-Bukhari (3242), (3680), (5227), dan (7023). Muslim (2395). Hadis tersebut disampaikan oleh Abu Hurairah.

40. Muslim (2611) mencatatnya dari hadis Anas RA. bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda, ''Ketika Allah sedang menyiptakan Adam di Surga, Allah sempat meninggalkannya. Iblis mengelilinginya dan ingin tahu apa itu. Setelah melihatnya berongga, Iblis tahu bahwa makhluk itu buka malaikat.''

Rating Artikel Ini




Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Argumen Yang Mengatakan Surga Adam Adalah Surga Khuldi


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah

Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Silahkan Membaca dan Menyimak




ROAD TO HEAVEN - JALAN KE SURGA - Orang-orang yang mengatakan surga Adam adalah Surga Khuldi mengatakan bahwa perkataannya itu sesuai dengan yang difitrahkan Allah s.w.t pada manusia. Tak ada yang terbersit di hati mereka kecuali pengertian itu.

Muslim telah mencatat di dalam Shahih-nya sebuah hadis riwayat Abu Malik dari Abu Hazim dari Abu Hurairah dan Abu Malik dari Ra'i dari Hudzaifah yang mengatakan bahwa Rasulullah s.a.w bersabda, ''Allah s.w.t mengumpulkan semua umat manusia. Orang-orang beriman berdiri hingga mendekati surga. Mereka mendatangi Adam dan memohon, ''Wahai bapak kami! Bukakanlah pintu surga untuk kami.'' Adam menjawab, ''Bukankah kalian dikeluarkan dari surga karena kesalahan bapak kalian ini?'' (32)

Hadis itu menunjukkan bahwa surga yang darinya Adam dikeluarkan adalah surga yang diminta orang-orang di Hari Kiamat itu untuk dibukakan pintunya.

Ash-Shahihaini telah menyebutkan hadis tentang hadis dialog Adam dan Musa. Musa a.s. berkata, ''Engkau telah mengeluarkan kita semua dan dirimu sendiri dari surga.'' (33) Seandainya surga Adam di dunia, maka mereka berarti telah keluar dari kebun atau taman, bukan dari surga.

Adam a.s. berkata kepada orang-orang beriman di Hari Kiamat, ''Bukankah kalian dikeluarkan dari surga karena kesalahan bapak kalian?'' Kesalahan takkan menyebabkan Adam dikeluarkan dari kebun atau taman dunia.

Allah s.w.t berfirman, ''Dan Kami berfirman, ''Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman, ''Turunlah kamu! Sebahagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.'' (Q.S. Al-Baqarah: 35-36)

Ayat itu menunjukkan, bahwa Adam dan istrinya diturunkan dari surga ke bumi. Dalilnya ada dua. Pertama, Lafazh, ''Ihbithuu'' (turunlah kamu). Kata itu berarti turun dari atas ke bawah. Kedua, kalimat ''wa laku fil ardhi mustaqarrun'' (dan bagus kamu tempat kediaman di bumi). Kalimat ini jelas menunjukkan bahwa mereka sebelum itu tidak berada di bumi.

Penguat dalil itu ada di surah al-A'raaf. ''Allah berfirman, ''Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu akan mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.'' (Q.S. Al-Araaf: 25). Jika surga Adam ada di Bumi, niscaya ada kehidupan mereka di bumi sebelum dikeluarkan darinya dan setelah dikeluarkan darinya.

Allah s.w.t telah melukiskan surga Adam dengan ciri-ciri yang hanya terdapat pada Surga Khuldim sebagaimana firman-Nya, ''Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang, dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya". (Q.S. Thaahaa: 18-19). Kondisi itu tidak ada di bumi. Orang yang punya tempat tinggal sangat nyaman sekalipun harus mendatangkan sesuatu untuk merasakan hal tersebut.

Allah memasang-masangkan kata lapar dan telanjang, serta dahaga dan panas. Pasangan kata itu lebih baik daripada pasangan kata lapar dan dahaga, telanjang dan panas terik. Sebab, lapar adalah derita batin, sedangkan telanjang adalah derita lahir. Haus adalah panas batin, sedangkan panas terik matahari adalah panas secara lahir. Kehilangan tempat tinggal semacam itu adalah derita lahir dan batin, panas lahir dan batin. Kondisi nyaman seperti tersebut di atas adalah kondisi Surga Khuldi.

Seandainya surga Adam terletak di dunia, niscaya Adam tahu kebohongan Iblis yang berkata, ''Hai Adam, maukah aku tunjukkan kepadamu ppohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?'' (QS. Thaahaa: 120). Adam tentu tahu bahwa dunia itu fana dan kerajaannya pun akan binasa.

Kisah Adam yang terdapat dalam surah al-Baqarah sangat jelas menunjukkan, bahwa surga yang mana Adam dikeluarkan darinya berada di atas langit. Allah s.w.t. Berfirman, ''Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini. yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.'' Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan." Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.'' (Al-Baqarah: 34-37). Adam, Hawa' dan Iblis diturunkan dari surga. Karena itu, kata ganti yang digunakan adalah kata ganti dalam bentuk jamak ''inbithuu'' (turunlah kalian).

Ada yang mengatakan perintah itu untuk Adam, Hawa dan ular. Perkataan itu sangat lemah landasannya. Sebab ular sama sekali tidak disebutkan dalam kisah Adam itu. Di dalam ayat itu pun tidak ada sesuatu pun yang menunjukkan keberadaan ular.

Ada yang berpendapat, bahwa perintah itu ditujukan pada Adam dan Hawa dengan kata ganti jamak. Ini serupa dengan ayat, ''Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu.'' (Al-Anbiyaa: 78). Kata ganti ''mereka (hum)'' menunjuk pada Daud dan Sulaiman, padahal seharusnya untuk menunjuk dua orang, kata ganti yang dipakai adalah ''huma'' (kedua orang itu).

Ada yang berpendapat perintah turun dari surga dengan kata ganti jamak itu untuk Adama, Hawa dan keturunannya. Perkataan ini juga lemah. Tidak ada dalil baginya. Bahkan justru bertentangan dengan lafaz yang ada.

Jadi, jelaslah bahwa perintah itu untuk Adam, Hawa dan Iblis. Iblis termasuk pihak yang harus turun dari surga.

Allah mengulanu perintah keppada mereka untuk turun untuk kedua kalinya dalam ayat, ''Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati". (QS. Al-Baqarah: 38). Secara eksplisit, perintah kedua ini berbeda dari perintah pertama. Perintah kedua adalah perintah turun dari langit ke bumi. Sedangkan perintah pertama adalah perintah turun dari surga. Jadi, surga tempat Adam keluar darinya itu berada di atas langit. Ia adalah Surga Khuldi.

Az-Zamakhsyar menganggap bahwa firman-Nya, ''Turunlah kalian semua darinya.'' adalah khusus untuk Adam dan Hawa. Mereka berdua disebut dengan kata ganti jamak untuk melibatkan seluruh keturunan keduanya. Dalilnya firman Allah s.w.t., ''Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh sebagian yang lain.'' (QS. Thaahaa: 123). Ayat yang selaras dengan itu antara lain, ''Barangsiapa mengikuti perintah-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal didalamnya.'' (QS. Al-Baqarah: 39)

Ayat yang disebut terkahir menunjuk pada seluruh umat manusia. Makna firman-Nya, ''Sebagian kalian menjadi musuh bagi sebagian lain.'' adalah permusuhan, kebencian, penyesatan antara satu orang dengan orang lain.

Keterangan Angka

32. Muslim (195)

33. Al-Bukhari (3409, 4736, 4738, 6614, dan 7515). Musli, (2562). Hadis itu berasal dari Abu Huraiah RA. Untuk keterangan lebih lanjut, baca Jaami'uul Ushuul (7598) dan Musnad Abu Ya'ala (2465).


Artikel Terkait
Tags Postingan



Rating Artikel Ini

Kolom Komentar



Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Surga Yang di Tempati Adam : Surga Khuldi Ataukah Taman di Bumi


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah

Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Silahkan Membaca dan Menyimak



ROAD TO HEAVEN - JALAN KE SURGA - Mundzir ibn Said (24) menyebutkan beberapa pendapat tentang firman Allah s.w.t kepada Adam, ''Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini.'' QS. Al-Baqarah: 35

Pendapa pertama menyatakan, bahwa Allah menempatkan Adam di Surga Khuldi, surga yang akan ditempati orang-orang beriman pada Hari Kiamat. Pendapat kedua menyatakan, surga yang ditempati Adam dan istrinya bukan di Surga Khuldi, melainkan tempat lain yang diciptakan Allah untuk menempatkan Adam disana.

Mundzir ibn Sa'id berkomentar, bahwa pendapat terakhir punya banyak dalil yang membenarkannya.



Abu Hasan al-Mawardi (25) dalam tafsirnya menyebutkan, bahwa pendapat tentang surga yang ditempati Adam terpecah menjadi dua: Pertama, surga tersebut adalah Surga Khuldi. Kedua, surga tersebut adalah surga yang disediakan Allah untuk Adam dan istrinya sebagai tempat pengujian. Itu bukan Surga Khuldi yang dijadikan sebagai tempat pengganjaran.

Para penganut pendapat kedua sendiri terpecah menjadi dua pandangan. Pertama, dikemukakan oleh Hasan, bahwa surga Adam tersebut berada di langit, sebab Allah sudah menyatakan telah menurunkan Adam dan istrinya dari surga itu.

Kedua, dikemukakan oleh Ibnu Bahar, bahwa surga tersebut di Bumi. Sebab, Allah menguji mereka dengan melarang mendekati sebuah pohon, tapi tidak melarang mendekati yang lainnya. Hal itu terjadi setelah Allah memerintahkan Iblis sujud kepada Adam a.s. Allah lebih mengetahui kebenaran tentang hal itu.

Ibnu Khathib (26) mengatakan, bahwa ada perbedaan pendapat tentang surga yang disebutkan oleh ayat 35 surah Al-Baqarah tersebut. Apakah surga Adam itu ada di langit ataukah di Bumi? Jika surga Adam itu ada di langit, apakah ia surga yang dijadikan sebagai tempat ganjaran yang bersifat kekal ataukah surga yang lainnya?

Abu Qasim al-Balkhi dan Abu Muslim al-Ashbahani berpendapat, bahwa surga tersebut berada di bumi. Kata ''ihbithuu'' (turun) yang ada pada ayat itu berarti perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, sebagaimana firman-Nya, ''Ihbithuu Mishran'' (Tempattilah Mesir atau sebuah kota) pada ayat 61 surah Al-Baqarah. Mereka berdua pun berdalil dengan berbagai argumen.

Pendapat kedua dilontarkan oleh al-Juba'i (27) bahwa surga berada di langit ketujuh.

Pendapat ketiga dinyatakan oleh mayoritas sahabat kami, bahwa surga tersebut adalah surga tempat pengganjaran amal.

Abu Qasim ar-Raghib (28) berkata dalam tafsirnya, bahwa orang-orang berbeda pendapat tentang surga yang ditempati Adam. Ada yang berpendapat, bahwa surga itu adalah taman yang diciptakan Allah untuk menguji Adam. Itu bukan Surga Ma'wa (surga akhirat). Abu Qasim ar-Raghib mengajukan berbagai argumentasi.

Penafsir lain yang membahas tentang perbedaan tersebut adalah Abu Isa ar-Rummani. (29) Dia berpendapat surga tersebut adalah Surga Khuldi. Dia katakan bahwa perspektif yang dipilihnya ini didasarkan pada pernyataan Hasan, Amru, Washil dan sahabat-sahabatnya. Itu perkataan Abu Ali, Abu Bakar dan para pakar tafsir al-Qur'an.

Ibnu Khathib tak berpendapat soal ini. Dia memunculkan pendapat keempat, yaitu semua pendapat tersebut mungkin benar. Namun, dalil-dalilnya saling bertentangan. Jadi, sebaiknya kita diam saja, tak perlu mengambil sikap.



Mundzir ibn Sa'id berkata, bahwa pendapat yang menyebutkan surga Adam berada di bumi, bukan Surga Khuldi berdasarkan pendapat Abu Hanifah dan kawan-kawan. Mundzir menuturkan, bahwa ia telah menemui sejumlah ahli fikih Irak yang sependapat dengan Abu Hanifah, bahwa surga yang ditempati Adam bukan Surga Khuldi. Orang-orang yang berpendapat demikian adalah orang-orang yang dipercaya kualitas keilmuannya.

Mundzir berpendapat sedemikian rupa bukan untuk membela pendapat Abu Hanifah, melainkan membela pendapat yang berdasarkan dalil al-Qur'an dan Sunnah.

Ibnu Qutaibah (30) menyebutkan di dalam kitab al-Ma'aarif bahwa setelah menciptakan Adam dan istrinya, Allah membiarkan mereka berdua untuk makan buah-buahan sebanyak-banyaknya, memenuhi bumi, menguasai laut, burung, hewan, tumbuhan, pepohonan, dan buah-buahan. Lantas Allah s.w.t memberitahukannya bahwa di dunia terdapat makhluk-Nya. Disana juga terdapat perintah-Nya. Lalu Allah menciptakan sungai surga dan membaginya menjadi empat cabang, yaitu Saihun, Jaihun, Dajlah dan Furat.

Setelah itu, Ibnu Qutaibah menyebutkan tentang ular. Hewan melata darat yang paling besar itu membujuk istri Adam, ''Kalian berdua tidak akan mati jika kalian memakan dari pohon ini.''

Kemudian mereka diturunkan dari Surga Adn sebelah timur bumi, tempat mereka berasal.

Wahab menuturkan, bahwa tempat turunnya Adam dari surga adalah bagian timur India. Qabil membawa saudaranya ke oase Yaman, yang terletak di sebelah timur Eden, tempat dimana Qabil mengubur saudaranya. (31)

Yang lain berpendapat dengan nukilan pendapat Abu Shalih dari Ibnu Abbas tentang kalimat ''Ihbithuu'' (turunlah). Kata tersebut mengandung arti: Turunlah fulan dari tempat ini

Wahab ibn Munabbih menyampaikan, bahwa Adam diciptakan di dunia. Disanalah tempat tinggalnya. Disana namanya dikaitkan dengan Surga Firdaus. Adam pun menempati Surga Adn. Ada empat sungai yang berpusat pada sungai yang disebut dengan Firdaus Adam. Sungai-sungai itu tetap ada di dunia. Tak ada perbedaan pendapat tentang hal itu.''

Adapun ular (hayyatun) yang dapat berbicara dengan Adam adalah hewan darat yang besar. Mundzir tidak menyebutkan ular itu hewan langit. Mereka berpendapat, surga Adam tak terdapat di bumi, melainkan di langit ke tujuh.

Mundzir berkata, bahwa Adam dikeluarkan dari sebelah timur Surga Eden, bukan dari Surga Ma'wa, baik yang sebelah timur atau sebelah barat. Sebab, tidak ada matahari disana.

Menurut Mundzir lagi, bahwa Allah mengeluarkan Adam ke bumi, tempat pertama kali mereka diambil. Artinya, Allah mengeluarkannya dari Surga Firdaus, lantas menempatkannya di Eden, bagian timur India.

Ibnu Qutaibah menceritakan bahwa Eden itu terletak di Yaman. Allah mengeluarkan Adam dari Firdaus ke Eden. Lantas Ibnu Qutaibah mengabarkan bahwa empat sungai yang tadi telah disebut merupakan cabang sungai Firdaus yang ditempati Adam.

Demikianlan pendapat-pendapat tentang surga Adam. Kami akan mengurai argumen masing-masing pihak, dan akan menjelaskan kekuatan dan kelemahannya, insya'allah.

Sumber :
Surga Yang di Tempati Adam : Surga Khuldi Ataukah Taman di Bumi
http://roadtoheaven.mywapblog.com/surga-yang-di-tempati-adam-surga-khuldi.xhtml

Keterangan angka :
menyusul Insya Allah

Artikel Terkait
Tags Postingan


Rating Artikel Ini


Kolom Komentar



Walhamdulillahi Rabbil'alamin