Tampilkan postingan dengan label surga memang ada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label surga memang ada. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 November 2013

Keberadaan Surga Saat Ini Bagian 4



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan Rasuulullaah


Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Silahkan Membaca dan Menyimak

ROAD TO HEAVEN - JALAN KE SURGA - Shahih Muslim, Sunan dan Musnad menyebutkan hadis Abu Hurairah bahwa Rasulullah s.a.w bersabda, ''Ketika Allah menciptakan surga dan neraka, Allah s.w.t mengutus Jibril ke surga sambil berfirman, ''Pergilah dan lihatlah surga berikut hal-hal yang Kusiapkan untuk penghuninya.'' Jibril pun pergi melihat surga dan hal-hal yang disiapkan Allah untuk penghuni surga. Kemudian Jibril kembali menghadap Allah dan melaporkan, ''Demi keagungan-Mu! Tak ada orang yang mendengar kabar tentangnya kecuali mereka ingin memasukinya sendiri.'' Allah s.w.t lalu memerintahkan surga menghilangkan semua hal yang menjengkelkan dari dirinya. Allah lalu memerintahkan Jibril, ''Pergi dan lihatlah surga berikut hal-hal yang Kusiapkan untuk penghuninya!'' Jibril pun pergi ke surga, kemudian kembali melaporkan, ''Demi keagungan-Mu! Aku khawatir tidak ada orang yang memasukinya.'' Lalu Allah s.w.t mengutus Jibril untuk pergi ke neraka dan melihat dan melihat apa saja yang telah disiapkan untuk para penghuninya. Jibril pun melihat neraka yang bagian-bagiannya telah tersusun. Lantas kembali melaporkan, ''Demi keagungan-Mu! Orang yang telah mendengarnya takkan memasukinya.'' Maka, Allah meminta neraka untuk menghilangkan segala kesenangan dari dalam dirinya. Lantas Allah s.w.t mengutus Jibril untuk melihat neraka kembali berikut segala isinya. Jibril pun pergi melihat neraka, lantas kembali melaporkan, ''Demi keagungan-Mu ! Aku khawatir tidak ada orang yang selamat darinya. Kondisi buruk neraka hanya diketahui oleh orang yang memasukinya.''(17) Hadis ini Hasan dan Sahih.



Ash-Shahihain menyebutkan hadis riwayat Abu Hurairah yang berbunyi, ''Surga ditutup dari segala hal yang menjengkelkan. Sedangkan neraka ditutup dari segala hal yang menyenangkan.'' (18)

Ash-Shahihain juga menyebutkan hadis riwayat Abu Sa'id al-khudri bahwa Rasulullah s.a.w bersabda, ''Surga dan neraka saling berdebat ! Surga berkata, ''Ya Allah ! Mengapa yang masuk surga adalah orang-orang yang lemah dan kalangan bawah?'' Neraka berkata, ''Ya Allah ! Mengapa yang masuk neraka orang-orang lalim dan sombong?'' Allah s.w.t berfirman, ''Surga! Engkau adalah rahmat-Ku yang aku berikan kepada orang yang Kukehendaki. Engkau, neraka, adalah siksa-Ku yang Kuberikan kepada orang yang Kukehendaki. Masing-masing dari kalian punya isi sendiri-sendiri.'' (19)

Laits ibn Sa'ad meriwayatkan hadis dari Muawiyah ibn Shalih dari Abdul Malik ibn Abi Basyir. Hadis itu bersambung hingga Rasulullah s.a.w. Bunyinya, ''Pada suatu hari surga dan neraka memohon kepada Allah. Surga berkata, ''Ya Allah! Buah-buahanku sudah masak dan lezat. Sungai-sungaiku juga sudah mengalir indah. Aku merindukan para penghuniku. Segerakanlah kedatangan mereka padaku!'' Neraka juga berkata, ''Ya Allah! Panasku sudah memuncak. Jurangku telah sangat dalam. Kerikilku sudah banyak. Segerakanlah kehadiran penghuniku!'' (20)

Shahih Bukhari menyebutkan hadis riwayat Anas, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda, ''Ketika berjalan-jalan di surga, aku melihat sungai yang dindingnya terbuat dari mutiara dan berukuran luas. Aku pun bertanya kepada Jibril, ''Apa ini?'' Jibril menjawab, ''Ini telaga al-Kautsar yang diberikan Allah untukmu.'' Jibril lalu memukulkan tangannya ke tanah al-Kautsar. Ternyata tanahnya terbuat dari Kesturi yang harum.'' (21)

Shahih Muslim menyebutkan hadis riwayat Jabir ibn Abdullah yang mengatakan, bahwa dia mendengar Rasulullah s.a.w bersabda, ''Aku masuk surga dan melihat sebuah istana besar. Aku pun bertanya, ''Untuk siapakah ini?'' Dijawab, ''Untuk pemuda Quraisy.'' Aku berharap yang dimaksud itu adalah aku. Ternyata itu untuk Umar ibn Khaththab. Seandainya Abu Hafshah (Umar) tidak iri (marah) niscaya aku akan memasukinya.'' Umar pun menangis dan berkata, ''Akankah aku iri dan marah kepadamu, ya Rasulullah?'' (23)

Abdullah ibn Wahab menuturkan bahwa Anas ibn Malik meriwayatkan, ''Pada suatu subuh, Rasulullah s.a.w shalat bersama kami, kemudi menjulurkan tangannya, lantas menariknya kembali. Setelah salam (selesai shalat), Rasulullah s.a.w ditanya, ''Ya Rasulullah! Ketika shalat tadi, engkau melakukan sesuatu yang tidak engkau lakukan si shalat yang lain.'' Rasulullah s.a.w bersabda, ''Aku diperlihatkan surga. Aku melihat pohon surga. Ranting-rantingnya pendek. Buahnya seperti labu. Aku ingin menikmatinya. Namun, kemudian aku diberi wahyu untuk menundanya, aku pun menundanya. Kemudian aku diperlihatkan neraka berada di antara aku dan kalian, hingga aku bisa melihat bayanganku dan bayangan kalian. Aku diminta menunjukkannya kepada kalian tapi aku minta penangguhan. Aku lalu mendapat wahyu, ''Kau telah masuk Islam, mereka pun masuk Islam. Kau telah berhijrah, mereka pun berhijrah. Kau telah berjihad, mere pun berjihad. Kau tidak punya kelebihan daripada mereka kecuali dalam hal kenabian.'' (23)

Apa yang membuat anda menolak dalil bahwa surga sudah ada saat ini, sementara ada kisah Adam yang pernah masuk surga lantas keluar darinya karena memakan buah pohon surga?

Dalil tersebut memang sangat jelas bagi orang-orang awam. Namun, sebenarnya dalil tersebut masih samar-samar, karena adanya perbedaan pendapat soal surga yang ditempati Adam. Apakah surga Khuldi yang akan dimasuki orang-orang beriman di Hari Kiamat, ataukah surga di dunia?

Kami akan membahas pendapat semua pihak argumentasi dan perdebatan mereka mengenai surga Adam.

Keterangan Angka Hadis

17. Ahmad (8406, 8656, dan 8870). Abu Dawud (4744). At-Tirmidzi (2563). An-Nasa'i 7/3. Ibnu Hibban dalam Al-Ihsan (7351) menshahihkannya. Al-Hakim 1/26-27. Hadis tersebut termasuk hadis sahih, namun Muslim tidak meriwayatkannya.

18. Al-Bukhari (6487). Muslim (2823). Ahmad (7533 dan 8953).

19. Muslim (2847). Hadis ini semakna dengan hadis riwayat Abu Hurairah r.a. Hanya saja tidak menyebutkan redaksi hadis dari awal hingga kalimat ''Surga dan neraka berdebat.'' Untuk pengetahuan lebih lanjut, baca, Jaami'ul Ushuul, (8110).

20. Abu Naim, Shifatul Jannah, (85). Sanadnya daif. Hadis itu terdapat dalam manuskrip Abdul Malik ibn Basyar.

21. Al-Bukhari (6581). Ibnu Abi Dunya, Shifatul Jannah, (65 dan 75). Baca riwayat hadis tersebut di Jaami'ul Ushuul, 2/435-437.

22. Muslim (2394)

23. Abu Naim, Shifatul Jannah, (349). Sanadnya bagus (Hasan).

Artikel Terkait
Tags Postingan:


Rating Artikel Ini

Kolom Komentar


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Keberadaan Surga Saat Ini Bagian 2



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh





Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah


Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Silahkan Membaca dan Menyimak


ROAD TO HEAVEN - JALAN KE SURGA Nabi Musa a.s. pernah meminta melihat Allah s.w.t. di dunia. Ketika Allah s.w.t hendak menampakkan diri di gunung, gunung itu pun hancur. Itu pelajaran bahwa Allah s.w.t tidak bisa dilihat di dunia, tapi dapat dilihat di akherat.

Ahlus sunnah tidak mengkafirkan orang yang masih menghadap kiblat (masih shalat), lantaran dosa yang di perbuatnya, seperti zina, mencuri, dan dosa-dosa besar lainnya. Sejauh masih beriman, orang beriman tetap dianggap mukmin meskipun melakukan dosa besar.

Iman menurut ahlus sunnah adalah percaya kepada Allah, para malaikat, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, sebagaimana disebutkan hadis. Menurut mereka Islam berbeda dari iman.

Mereka percaya, bahwa Allah dapat membolak-balik hati manusia. Mereka percaya dengan syafaat (pertolongan) Rasulullah s.a.w. Syafaat itu diberikan kepada pelaku dosa besar.

Mereka percaya dengan azab kubur. Bahwa telaga itu benar, titian ash-shiraath itu benar, kebangkitan setelah mati itu benar, perhitungan Allah atas amal manusia itu benar, dan berdiri di hadapan Allah s.w.t pada Hari Pembalasan itu pun benar.

Mereka mengakui iman adalah perkataan dan perbuatan yang kadang menguat dan kadang melemah. Mereka percaya bahwa al-Qur'an itu makhluk dan juga bukan makhluk. Mereka percaya dengan al-Asma'ul Husna. Mereka tak menyatakan pelaku dosa besar pasti masuk neraka. Mereka pun tak serta merta mengatakan orang yang bertauhid pasti masuk surga. Manusia dapat masuk surga atau masuk neraka berdasarkan kehendak Allah s.w.t. Kehendak Allah-lah yang menentukan apakah seorang manusia akan disiksa atau diampuni.

Ahlus sunnah percaya, bahwa Allah s.w.t akan mengeluarkan orang-orang yang bertauhid dari neraka. Kepercayaan itu didasarkan pada riwayat-riwayat dari Rasulullah s.a.w. Mereka menentang perdebatan dalam soal agama dan takdir. Mereka lebih memilih untuk merujuk pada riwayat-riwayat yang sahih, yang disampaikan oleh orang-orang terpercaya, dan bersambung kepada Rasulullah s.a.w. Mereka tidak banyak menanyakan bagaimana dan mengapa, karena pertanyaan semacam itu adalah bid'ah.

Mereka berpendapat, Allah s.w.t tidak memerintahkan untuk melakukan keburukan. Sebaliknya, Dia melarang dilakukannya perbuatan buruk, dan memerintahkan kebaikan. Dia tidak rela dengan kemusyrikan, meskipun menghendaki adanya kemusyrikan.

Ahlus sunnah mengakui kebenaran orang-orang Islam terdahulu, terutama para sahabat Nabi. Mereka mengambil keutamaan dari para sahabat, tanpa membicarakan hal-hal buruk yang terjadi di antara sahabat, baik yang kecil maupun yang besar. Ahlus sunnah memuliakan Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, dan menganggap mereka sebagai para penerus kepemimpinan Nabi al-Khulafa' ar-Rasyidun al-Muhtadun. Ahlus sunnah mengakui keempat khalifah ini sebagai manusia terbaik setelah Rasulullah s.a.w. wafat.

Ahlus sunnah mempercayai hadis dari Rasulullah s.a.w yang berbunyi, ''Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia sambil berkata, ''Adakah orang yang beritighfar (memohon ampun pada-Ku)? seperti yang disabdakan oleh Rasulullah s.a.w.

Ahlus sunnah selalu merujuk pada al-Qur'an dan Sunnah, selaras dengan firman Allah s.w.t. ''Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur'an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.'' (Q.S An-Nisaa:59). Mereka hanya mengikuti para ulama salaf sejauh mereka tidak melenceng dari agama Allah.

Mereka menyatakan bahwa Allah s.w.t akan datang di Hari Kiamat, sebagaimana firman-Nya, ''Dan datanglah Tuhanmu, sedang malaikat berbaris-baris.''(Q.S. Al-Fajr: 22) Allah akan mendekati makhluk-Nya sekehendak-Nya, seperti firman-Nya, Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.'' (Q.S. Qaaf: 16).

Mereka mewajibkan jihad terhadap orang-orang musyrik sejak Muhammad s.a.w diutus menjadi rasul hingga pertempuran melawan Dajjal di Akhir Zaman nanti.

Mereka percaya Dajjal akan muncul dan Nabi Isa ibn Maryam akan membunuhnya.

Mereka percaya keberadaan malaikat munkar dan malaikat Nakir, Isra'-Miraj, mimpi, dan doa kepada orang Islam yang telah meninggal dan bersedekah untuk mereka itu sampai pahalanya kepada mereka.

Mereka percaya keberadaan bahwa sihir itu ada di dunia ini. Penyihir itu kafir. Hal itu didasarkan pada firman Allah s.w.t dalam al-Qur'an.

Mereka berpendapat bahwa orang yang masih menghadap kiblat (masih shalat) meskipun buruk perangainya, tetap saja dishalatkan jika mati.

Mereka percaya orang mati karena ajalnya telah sampai, demikian juga yang terbunuh juga karena ajalnya datang.

Rizki, menurut mereka, berasal dari Allah s.w.t baik yang halal maupun yang haram.

Allah s.w.t. Maha Mengetahui segala sesuatu yang dilakukan hamba-Nya. Allah telah menetapkan semua yang akan terjadi. Segala sesuatu berada di bawah kekuasaan Allah.

Mereka menganjurkan kita untuk bersabar menghadapi hukum Allah s.w.t., menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, bertindak ikhlas untuk-Nya, memberi nasihat kepada orang-orang beriman, beribadah kepada Allah, menjauhi dosa-dosa besar, zina, perkataan kotor, maksiat, tindakan buruk, dan sombong di hadapan manusia.

Mereka menganjurkan kita menjauhi orang yang menyeru bid'ah. Mereka mendorong kita menyibukkan diri dengan bacaan al-Qur'an, catatan sejarah Nabi dan para sahabat, berfikih secara rendah hati, dan berjuang menegakkan kebaikan. Mereka meminta kita menghindari menyakiti diri dan orang lain, meninggalkan gunjingan dan fitnahan, serta menghindari pemubaziran makanan dan minuman.

Itu beberapa perintah mereka, tindakan mereka, dan pandangan mereka. Terkait dengan semua pendapat mereka itu, kami sepakat. Hanya Tuhanlah yang memberi kami petunjuk. Bagi kami nikmat dan pertolongan-Nya itu cukup. Kepada-Nya kami memohon pertolongan dan berserah diri. Kepada-Nya pula kami kelak akan kembali.

Penjabaran tentang ahlus sunnah dan ahlulbait hadis disini dimaksudkan untuk memastikan bahwa surga dan neraka itu telah diciptakan. Kami sengaja membahas panjang lebar tentang mereka karena kitab ini mengidentifikasi orang-orang berhak mendapatkan kabar gembira tentang surga. Sebab, kalangan ahlus sunnah dan ahlulbait hadis itulah calon-calon penghuni surga. Semoga Allah s.w.t memberikan petunjuk kepada kita.

Allah s.w.t. telah memberi petunjuk tentang hal itu dengan firman-Nya, ''Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal.'' (Q.S. An-Najm: 13-15). Rasulullah s.a.w telah melihat Sidratul Muntaha. Padanya terdapat surga, seperti yang disebutkan oleh kitab ash-shahihain dari Anas ibn Malik. Di akhir kisah, Rasulullah s.a.w bersabda, Kemudian aku dan Jibril berjalan sampai Sidratul Muntaha yang diselubungi warna-warna yang tak kuketahui. Lantas aku masuk ke dalam surga. Di dalamnya ada kubah yang terbuat dari mutiara. Tanahnya beraroma misik.''

Ash-shahihaini menyebutkan hadis Abdullah ibn Umar bahwa Rasulullah s.a.w bersabda, ''Jika salah seorang dari kalian wafat, maka dia akan disodori tempat duduk sejak pagi hingga malam. Jika dia termasuk penghuni surga, maka dia akan dimasukkan ke dalam surga. Jika dia termasuk penghuni neraka, maka dia akan dimasukkan ke dalam neraka. Orang itu di beritahu, ''Ini tempat dudukmu sampai kau dibangkitkan oleh Allah s.w.t pada Hari Kiamat.''

Musnad Ahmad, Shahih Hakim, dan Ibnu Hibban menyebutkan hadis al-Barra' ibn Azib yang mengatakan, ''Kami keluar bersama Rasulullah s.a.w untuk mengiringi jenazah seorang pria anshar. Rasulullah lalu berkhutbah panjang lebar. Di antaranya beliau bersabda, ''Ada panggilan dari atas langit, ''Hamba-Ku itu jujur, maka tidurlah dia di surga, berilah dia pakaian surga, dan bukakan pintu surga baginya.'' Saat itu dia dapat mencium aroma surga.''

Shahih Abi Ayanah al-Isfarayini dan Sunan Abi Dawud menyebutkan hadis panjang dari al-Barra' ibn Azib yang membicarakan tentang pencabutan nyawa, ''Kemudian pintu surga dan pintu neraka dibukakan untuknya. Lantas dia diberitahu, ''Ini tempatmu. Jika kau menentang Allah s.w.t., maka Allah akan mengganti tempatmu itu dengan tempat ini.'' Ketika dia melihat isi surga, dia berkata , ''Ya Allah ! Segerakanlah Kiamat agar aku dapat kembali bersama keluarga dan hartaku.'' Dia diberitahu, ''Tinggalah disini terlebih dahulu.''

Musnad Al-Bazzar dan yang lainnya menyebutkan hadis Abu Sa'id al-Khudri yang berkata, ''Kami dan Rasulullah s.a.w. menyaksikan jenazah. Lantas Rasulullah s.a.w. Bersabda, ''Wahai manusia ! Sesungguhnya umat ini akan diberi cobaan di dalam kubur. Saat orang mati telah dikuburkan, dam rekan-rekannya meninggalkannya, dia akan didatangi oleh malaikat yang membawa palu dan mendudukkannya sembari berkata, ''Apa yang kau katakan tentang lelaki ini?'' Yang dimaksud adalah Rasulullah s.a.w. Jika orang mukmin, maka dia akan mengatakan, ''Aku bersaksi, tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.'' Maka Malaikat pun berkata kepadanya, '' Kau benar.'' Kemudian pintu neraka dibukakan untuknya. Malaikat itu berkata, '' Ini tempatmu jika kau mengingkari Allah s.w.t. Jika kau mengimaninya, maka itu tempatmu.'' Maka, pintu surga dibukakan untuknya. Orang itu pun ingin memasukinya, namun para malaikat mengatakan, '' Tinggallah dulu kau di dalam kubur.''

Rating Artikel Ini


Kolom Komentar


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Rabu, 11 September 2013

Keberadaan Surga Saat Ini


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh





Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah


Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Silahkan Membaca dan Menyimak


PARA SAHABAT RASULULLAH S.A.W., para tabi'it tabi'in, kalangan ahlus sunnah dan ahlul hadis bersepakat bahwa surga sudah ada saat ini. Para pakar fikih Islam, para sufi, dan orang-orang zuhud percaya dan membenarkan kesepakatan mereka itu berdasarkan teks-teks al-Qur'an, Sunnah, dan hal-hal yang diketahui niscaya dari kabar-kabar semua rasul, dari awal hingga akhir.

Dalam waktu yang lama, mereka semua menyatakan bahwa surga sudah diciptakan. Hingga muncul orang-orang Qodariyah dan Mu'tazilah yang menolak keberadaan surga saat ini.

Kaum Qodariyah dan Mu'tazilah berpendapat surga akan diciptakan di Hari Pembalasan. Mereka mendasarkan pendapat itu pada pokok-pokok argumen yang rusak, yang dikaitkan dengan syariat.

Tentang tindakan Tuhan, mereka menyatakan ada hal-hal yang harus dilakukan Allah, ada pula hal-hal yang tidak harus dilakukan-Nya. Mereka mengkiaskan tindakan Allah dengan tindakan-tindakan manusia. Menurut mereka, Allah dan manusia punya keserupaan dalam tindakan. Mereka juga berpendapat bahwa Allah tidak bersifat.

Mengenai surga, mereka berpendapat, bahwa penciptaan surga sebelum Hari Pembalasan adalah tindakan yang sia-sia, karena tidak dihuni pada waktu yang sangat lama, dan akan hancur saat kiamat datang, lalu dibangun lagi. Jika para malaikat telah membangun surga, yang diisi dengan beragam makanan, beragam perabot, dan hal-hal yang dibutuhkan, namun surga tak ditempati selama berabad-abad, maka tindakan malaikat itu tidak selaras dengan kebijaksanaan-Nya.

Golongan ini mengungkapkan rasio. Mereka menilai Allah dengan akal yang rusak dan pendapat yang batil. Mereka kiaskan tindakan Allah dengan tindakan-tindakan mereka. Mereka kaitkan pendapat mereka dengan teks-teks yang bertentangan dengan syariat yang ditetapkan Allah. Namun, mereka kait-kaitkan pendapat mereka dengan syariat. Lantas, mereka anggap sesat dan bid'ah orang-orang yang menentang mereka. Mereka mengharuskan sesuatu yang ditertawai oleh orang-orang yang berakal.

Sebaliknya, ulama salaf percaya, bahwa surga dan neraka telah diciptakan. Orang-orang ahli sunnah dan hadis sepakat dengan pendapat itu.

Imam Abu Hasan Al-Asy'ari mencatat didalam kitab Maqaalaatul Islaamiyyin wa Ikhtilaaful Mushallin, ''Orang-orang ahlul hadis dan ahlus sunnah yang beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, wahyu-wahyu dari-Nya, dan riwayat-riwayat yang terpercaya tentang Rasulullah S.A.W., sama sekali tidak menentang (keyakinan bahwa surga dan neraka telah diciptakan).''

Mereka yakin, bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, yang tak bersekutu dan tak beranak. Mereka pun percaya bahwa Muhammad S.A.W., adalah hamba dan Rasul-Nya. Surga itu benar adanya, demikian pula neraka. Hari Kiamat tak diragukan kehadirannya. Dan Allah akan membangkitkan orang-orang yang telah mati dari dalam kubur.

Mereka percaya Allah S.W.T., berada diatas Arsy, sebagaimana firman-Nya, ''...Yaitu, Tuhan Yang Maha Pemurah bersemayam diatas Arsy.'' (QS. Thahaa: 5). Allah memiliki tangan sebagaimana firman-Nya, ''Kuciptakan dengan kedua tangan-Ku.'' (QS. Shaad: 75). Allah memiliki dua mata, tapi tak perlu ditanyakan semacam apa, sebagaimana firman-Nya, ''Yang berlayar dengan mata (pengawasan) Kami.'' (QS. Al-Qamar: 14). Allah juga memiliki wajah, sebagaimana firman-Nya, ''Dan wajah Allah yang memiliki keagungan dan kemuliaan itu tetap tak berubah.'' (QS. Ar-Rahman: 27).

Nama-nama Allah bukanlah hal-hal selain Allah, sebagaimana dikatakan oleh Mu'tazilah dan Khawarij. Orang-orang ahlus sunnah percaya bahwa Allah berilmu, sebagaimana firman-Nya, ''Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya.'' (QS. An-Nisaa: 166).

Ahlus sunnah memastikan Allah itu mendengar dan melihat. Mereka tidak menafikan sifat-sifat Allah itu, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mu'tazilah. Ahlus sunnah juga yakin bahwa Allah memiliki kekuatan, sebagaimana firman-Nya, ''Tidakkah mereka memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka itu jauh lebih kuat daripada mereka?'' (QS. Fushshilat: 15)

Mereka percaya bahwa di dunia ini tidak ada kebaikan dan keburukan kecuali dengan kehendak Allah S.W.T. Ini selaras dengan firman-Nya, ''Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah.'' (QS. Al-Insaan: 30). Pendapat ini juga sejalan dengan perkataan orang-orang Islam, bahwa sesuatu yang dikehendaki Allah akan terjadi, dan sesuatu yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan terjadi.

Ahlus sunnah berpendapat, bahwa manusia tidak bisa berbuat sesuatu sebelum Allah menghendakinya. Manusia tidak bisa keluar dari pengetahuan Allah. Manusia tidak bisa melakukan sesuatu yang diketahui Allah bahwa dia tidak akan melakukan-Nya.

Ahlus sunnah yakin, bahwa tidak ada pencipta selain Allah. Keburukan yang dilakukan manusia pun ciptaan Allah. Tindakan manusia dibuat oleh Allah.

Allah S.W.T memberi petunjuk kepada orang-orang beriman untuk mentaati-Nya, dan menelantarkan orang-orang kafir. Allah S.W.T sangat lembut kepada orang-orang beriman. Dia memperhatikan mereka, memperbaiki mereka, dan memberi mereka petunjuk.

Allah S.W.T tidak berlaku lembut kepada orang kafir, tidak memperbaiki mereka, tidak pula memberi hidayah kepada mereka. Seandainya Allah berkehendak memperbaiki mereka, niscaya mereka akan menjadi orang-orang baik. Jika Allah mau memberi hidayah kepada mereka, niscaya mereka menjadi orang-orang yang mendapat petunjuk. Allah S.W.T mampu untuk memperbaiki orang-orang kafir dan berlaku lemah-lembut kepada mereka sehingga mereka menjadi orang beriman. Namun, Allah menghendaki mereka menjadi orang-orang kafir dengan pengetahuan-Nya. Allah pun menelantarkan mereka, membiarkan mereka tersesat mengunci hati mereka dalam kebatilan.

Kebaikan dan keburukan sesuai dengan ketentuan-Nya. Ahlus sunnah percaya pada ketentuan-Nya, yang baik dan yang buruk, yang manis dan yang pahit. Mereka percaya bahwa diri mereka tidak dapat menghasilkan satu kemaslahatan atau kemudaratan kecuali dengan kehendak Allah S.W.T. Mereka serahkan segala urusan mereka kepada Allah S.W.T. Mereka memohon segala kebutuhan kepada Allah S.W.T setiap waktu. Mereka selalu membutuhkan-Nya.

Ahlus sunnah berpendapat, bahwa Al-Qur'an adalah kalam Allah. Al-Qur'an bukan makhluk.

Ahlus sunnah percaya, bahwa Allah S.W.T dapat dilihat dengan mata telanjang pada Hari Kiamat. Orang-orang beriman dapat melihat-Nya seperti melihat bulan di malam purnama. Orang-orang kafir tidak dapat melihat-Nya, karena mata mereka dihijab (ditutup), seperti firman-Nya, ''Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka.'' (QS. Al-Muthaffifin: 15)


Rating Artikel Ini

Kolom Komentar

Walhamdulillahi Rabbil'alamin