Rabu, 11 September 2013

Keberadaan Surga Saat Ini


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh





Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah


Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Silahkan Membaca dan Menyimak


PARA SAHABAT RASULULLAH S.A.W., para tabi'it tabi'in, kalangan ahlus sunnah dan ahlul hadis bersepakat bahwa surga sudah ada saat ini. Para pakar fikih Islam, para sufi, dan orang-orang zuhud percaya dan membenarkan kesepakatan mereka itu berdasarkan teks-teks al-Qur'an, Sunnah, dan hal-hal yang diketahui niscaya dari kabar-kabar semua rasul, dari awal hingga akhir.

Dalam waktu yang lama, mereka semua menyatakan bahwa surga sudah diciptakan. Hingga muncul orang-orang Qodariyah dan Mu'tazilah yang menolak keberadaan surga saat ini.

Kaum Qodariyah dan Mu'tazilah berpendapat surga akan diciptakan di Hari Pembalasan. Mereka mendasarkan pendapat itu pada pokok-pokok argumen yang rusak, yang dikaitkan dengan syariat.

Tentang tindakan Tuhan, mereka menyatakan ada hal-hal yang harus dilakukan Allah, ada pula hal-hal yang tidak harus dilakukan-Nya. Mereka mengkiaskan tindakan Allah dengan tindakan-tindakan manusia. Menurut mereka, Allah dan manusia punya keserupaan dalam tindakan. Mereka juga berpendapat bahwa Allah tidak bersifat.

Mengenai surga, mereka berpendapat, bahwa penciptaan surga sebelum Hari Pembalasan adalah tindakan yang sia-sia, karena tidak dihuni pada waktu yang sangat lama, dan akan hancur saat kiamat datang, lalu dibangun lagi. Jika para malaikat telah membangun surga, yang diisi dengan beragam makanan, beragam perabot, dan hal-hal yang dibutuhkan, namun surga tak ditempati selama berabad-abad, maka tindakan malaikat itu tidak selaras dengan kebijaksanaan-Nya.

Golongan ini mengungkapkan rasio. Mereka menilai Allah dengan akal yang rusak dan pendapat yang batil. Mereka kiaskan tindakan Allah dengan tindakan-tindakan mereka. Mereka kaitkan pendapat mereka dengan teks-teks yang bertentangan dengan syariat yang ditetapkan Allah. Namun, mereka kait-kaitkan pendapat mereka dengan syariat. Lantas, mereka anggap sesat dan bid'ah orang-orang yang menentang mereka. Mereka mengharuskan sesuatu yang ditertawai oleh orang-orang yang berakal.

Sebaliknya, ulama salaf percaya, bahwa surga dan neraka telah diciptakan. Orang-orang ahli sunnah dan hadis sepakat dengan pendapat itu.

Imam Abu Hasan Al-Asy'ari mencatat didalam kitab Maqaalaatul Islaamiyyin wa Ikhtilaaful Mushallin, ''Orang-orang ahlul hadis dan ahlus sunnah yang beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, wahyu-wahyu dari-Nya, dan riwayat-riwayat yang terpercaya tentang Rasulullah S.A.W., sama sekali tidak menentang (keyakinan bahwa surga dan neraka telah diciptakan).''

Mereka yakin, bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, yang tak bersekutu dan tak beranak. Mereka pun percaya bahwa Muhammad S.A.W., adalah hamba dan Rasul-Nya. Surga itu benar adanya, demikian pula neraka. Hari Kiamat tak diragukan kehadirannya. Dan Allah akan membangkitkan orang-orang yang telah mati dari dalam kubur.

Mereka percaya Allah S.W.T., berada diatas Arsy, sebagaimana firman-Nya, ''...Yaitu, Tuhan Yang Maha Pemurah bersemayam diatas Arsy.'' (QS. Thahaa: 5). Allah memiliki tangan sebagaimana firman-Nya, ''Kuciptakan dengan kedua tangan-Ku.'' (QS. Shaad: 75). Allah memiliki dua mata, tapi tak perlu ditanyakan semacam apa, sebagaimana firman-Nya, ''Yang berlayar dengan mata (pengawasan) Kami.'' (QS. Al-Qamar: 14). Allah juga memiliki wajah, sebagaimana firman-Nya, ''Dan wajah Allah yang memiliki keagungan dan kemuliaan itu tetap tak berubah.'' (QS. Ar-Rahman: 27).

Nama-nama Allah bukanlah hal-hal selain Allah, sebagaimana dikatakan oleh Mu'tazilah dan Khawarij. Orang-orang ahlus sunnah percaya bahwa Allah berilmu, sebagaimana firman-Nya, ''Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya.'' (QS. An-Nisaa: 166).

Ahlus sunnah memastikan Allah itu mendengar dan melihat. Mereka tidak menafikan sifat-sifat Allah itu, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mu'tazilah. Ahlus sunnah juga yakin bahwa Allah memiliki kekuatan, sebagaimana firman-Nya, ''Tidakkah mereka memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka itu jauh lebih kuat daripada mereka?'' (QS. Fushshilat: 15)

Mereka percaya bahwa di dunia ini tidak ada kebaikan dan keburukan kecuali dengan kehendak Allah S.W.T. Ini selaras dengan firman-Nya, ''Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah.'' (QS. Al-Insaan: 30). Pendapat ini juga sejalan dengan perkataan orang-orang Islam, bahwa sesuatu yang dikehendaki Allah akan terjadi, dan sesuatu yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan terjadi.

Ahlus sunnah berpendapat, bahwa manusia tidak bisa berbuat sesuatu sebelum Allah menghendakinya. Manusia tidak bisa keluar dari pengetahuan Allah. Manusia tidak bisa melakukan sesuatu yang diketahui Allah bahwa dia tidak akan melakukan-Nya.

Ahlus sunnah yakin, bahwa tidak ada pencipta selain Allah. Keburukan yang dilakukan manusia pun ciptaan Allah. Tindakan manusia dibuat oleh Allah.

Allah S.W.T memberi petunjuk kepada orang-orang beriman untuk mentaati-Nya, dan menelantarkan orang-orang kafir. Allah S.W.T sangat lembut kepada orang-orang beriman. Dia memperhatikan mereka, memperbaiki mereka, dan memberi mereka petunjuk.

Allah S.W.T tidak berlaku lembut kepada orang kafir, tidak memperbaiki mereka, tidak pula memberi hidayah kepada mereka. Seandainya Allah berkehendak memperbaiki mereka, niscaya mereka akan menjadi orang-orang baik. Jika Allah mau memberi hidayah kepada mereka, niscaya mereka menjadi orang-orang yang mendapat petunjuk. Allah S.W.T mampu untuk memperbaiki orang-orang kafir dan berlaku lemah-lembut kepada mereka sehingga mereka menjadi orang beriman. Namun, Allah menghendaki mereka menjadi orang-orang kafir dengan pengetahuan-Nya. Allah pun menelantarkan mereka, membiarkan mereka tersesat mengunci hati mereka dalam kebatilan.

Kebaikan dan keburukan sesuai dengan ketentuan-Nya. Ahlus sunnah percaya pada ketentuan-Nya, yang baik dan yang buruk, yang manis dan yang pahit. Mereka percaya bahwa diri mereka tidak dapat menghasilkan satu kemaslahatan atau kemudaratan kecuali dengan kehendak Allah S.W.T. Mereka serahkan segala urusan mereka kepada Allah S.W.T. Mereka memohon segala kebutuhan kepada Allah S.W.T setiap waktu. Mereka selalu membutuhkan-Nya.

Ahlus sunnah berpendapat, bahwa Al-Qur'an adalah kalam Allah. Al-Qur'an bukan makhluk.

Ahlus sunnah percaya, bahwa Allah S.W.T dapat dilihat dengan mata telanjang pada Hari Kiamat. Orang-orang beriman dapat melihat-Nya seperti melihat bulan di malam purnama. Orang-orang kafir tidak dapat melihat-Nya, karena mata mereka dihijab (ditutup), seperti firman-Nya, ''Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka.'' (QS. Al-Muthaffifin: 15)


Rating Artikel Ini

Kolom Komentar

Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Manusia adalah Penerima Nikmat Abadi



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh






Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah


Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Silahkan Membaca dan Menyimak


Saat orang-orang munafik mengetahui maksud keterciptaan mereka, mereka mengangkat kepala, menyombongkan diri. Ketika mereka tahu surga telah menanti mereka, mereka memalingkan muka. Waktu mereka sadar jalan lurus telah dipertegas untuk mereka, mereka enggan meluruskan jalan ke sana.

Mereka menganggap bodoh segala transaksi yang tak terlihat mata, tak terdengar telinga, dan tak terbersit hati. Transaksi keabadian yang tak mengahasilkan apa pun di kehidupan ini dianggap sia-sia.

Perumpamaan transaksi ukhrawi ibarat mimpi yang menyusahkan. Tertawa sebentar, menangis berlama-lama, senang sehari, susah berbulan-bulan. Dukanya lebih banyak ketimbang sukanya. Kesedihannya berlipat ganda. Awalnya penuh ketakutan, akhirnya penuh kehilangan.

Alangkah mengherankannya orang bodoh yang berlagak bijak. Seolah-olah dia berakal cemerlang. Padahal yang disusurinya jejak hidup fana yang menggantikan hidup abadi. Dia ganti surga yangs eluas langit dan bumi, dengan penjara sempit yang penuh bencana. Dia tukar tempat indah yang dialiri sungai-sungai jernih, dengan tempat menderum unta yang akan rusak. Dia abaikan bidadari cantik laksana yakut dan marjan, dengan perempuan-perempuan kotor berperangai buruk. Dia tinggalkan sungai-sungai arak yang teramat nikmat, dengan minuman najis penghilang akal dan perusak dunia dan agama. Dia tukar nikmatnya memandang wajah Allah Yang Maha Esa, dengan wajah buruk. Dia salin suara merdu-Nya, dengan suara tetabuhan lagu tak jelas. Dia alihkan duduk-duduk santai di hamparan mutiara, yaqut, dan mutu manikan, dengan duduk-duduk bersama orang-orang fasik dan setan.

Wahai calon penghuni surga! Panggilan surga telah bergema. Tak usah khawatir, kalian akan menikmatinya. Kalian akan selalu hidup, takkan mati selamanya.

Orang-orang bodoh baru akan mengetahui hakikat transaksi ukrawi ini di Hari Kiamat. Mereka akan merugi dan menyesal di hari itu. Orang-orang yang bertakwa berkerumun di sekitar Zat Yang Maha Pengasih. Sementara para pendosa digiring ke neraka jahanam. Lantas terdengarlah suara pemberi kesaksian yang mengatakan, ''Kiranya orang-orang tahu siapa hamba yang paling dimuliakan.''

Para pembangkang tak menyangka kehormatan yang disediakan ini, bahwa keutamaan dan kenikmatan disimpan untuk mereka yang taat. Di akhirat, simpanan itu disiapkan, begitu pun para bidadari yang tak pernah dilihat mata, didengar telinga, dan dibersitkan oleh hati.

Para pembangkang pun tahu barang bawaan macam apa yang hilang dan tak dibawa di akhirat. Semua itu tak ada gunanya bagi kehidupannya. Semua itu dinilai sebagai harta benda yang tak laku.

Sementara itu, ada kelompok lain yang membawa barang bawaan sangat banyak dan takkan hilang. Mereka meraih kenikmatan abadi di samping Zat Yang Maha Besar dan Tinggi. Mereka bercengkrama di taman-taman surga. Bersama keluarga, mereka duduk di atas kasur indah berbantalkan kain sutera. Mereka bersenang-senang dengan para bidadari sambil menikmati beraneka buah-buahan.

''Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya.''

Demi Allah! Panggilan itu telah diserukan. Alangkah mengherankannya jika ada yang justru terlelap tidur, enggan memenuhi penggilan itu. Mengapa mereka tidak bersegera mencari maskawin untuk menyunting dambaan hati itu? Masih terasa nikmatkah kehidupan ini setelah kehidupan indah tersebut diperdengarkan? Tidakkah para perindu bidadari bergegas menyongsoong mahluk-mahluk tercantik itu? Masih tersisakah perempuan lain yang dirindukan selain para bidadari tersebut? Masih adakah hal lain yang pantas disandingkan sebagai pengganti selain hal-hal yang maha indah tersebut?

Rating Artikel Ini



Kolom Komentar

Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Kandungan Blog ROAD TO HEAVEN - JALAN KE SURGA


 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh




Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah

Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Silahkan Membaca dan Menyimak

Blog ini di buat sebagai pelipur lara, hadiah bagi perindu surga, penggerak hati menuju tujuan hakiki, dan pendorong jiwa berada berada di samping Sang Penguasa Yang Maha Suci.

Blog ini juga dibuat untuk menjadi hiburan bagi pembaca. Orang yang melihatnya akan merindunya. Di dalamnya terkandung banyak faidah yang indah bagi orang yang ingin mendapatkannya. Orang takkan mendapatkan hal yang serupa di dalam blog lainnya.

Di dalamnya dijelaskan beragam hadis marfu' (yang riwayatnya sampai ke Nabi), atsar yang pasti (riwayat dari para sahabat), rahasia-rahasia kalam Ilahi, kata-kata mutiara, penjelasan beragam persoalan, dan catatan tentang landasan nama-nama dan sifat-sifat.

Orang yang membacanya akan bertambah iman. Kerinduannya pada surga akan semakin kuat seolah-olah surga ada di depan mata. Sebab, blog ini adalah petunjuk jalan menuju taman-taman surga, dan pendorong cita-cita tertinggi menuju hidup terindah di dalam surga.

Maksud utama blog ini adalah memberikan kabar gembira, bahwa Allah telah menyiapkan surga untuk para hamba-Nya. Mereka berhak mendapatkan kabar gembira di kehidupan duniawi maupun ukhrawi. Allah memberi mereka nikmat zahir dan batin.

Mereka adalah wali-wali Rasulullah SAW, yang menjadi bagian dari golongan beliau. Barangsiapa keluar dari sunnah Rasulullah adalah musuh Rasulullah. Mereka sama sekali tidak bosan dalam membela sunnah beliau. Tak sekali pun mereka meninggalkannya meski digelincirkan oleh orang lain. Sunnah Rasul merupakan saripati hati mereka yang tak tergantikan oleh pendapat ahli fikih, pembahasan dialogis, imajinasi sufistik, perdebatan ahli kalam, analogi filosofis, dan peraturan politisi. Barangsiapa menghadirkan pendapat dari sumber-sumber tersebut, maka pintu kebenaran pun tersumbat, dan jalan yang lurus akan terhalang.

Anda dapat meraih keuntungan dari blog ini meskipun adminnya keliru. Di dalamnya ada kejernihan, meskipun mungkin ada hal-hal yang masih tertutup kabut.

Blog ini saya persembahkan untuk anda. Buah pikiran yang saya hadiahkan untuk para pembaca. Jika anda mendapatkan kebaikan di dalamnya, tak perlu ragu antara menyimpan atau menjelaskan kebaikan. Jika didapat kebalikannya, semoga Allah memberi pertolongan. Jika ada kebenaran di dalamnya, itu semua berasal dari Allah S.W.T. Namun jika ada kekeliruan di dalamnya, itu semua berasal dari diri admin dan setan. Allah dan Rasul-Nya bebas dari kesalahan yang saya perbuat.

Kepada Allah s.w.t. saya serahkan blog ini dengan sepenuh hati. Semoga pembaca dan adminnya dikarunia surga. Semoga blog ini menjadi alasan untuk mendapatkan surga, bukan malah menjadi alasan untuk menjauh dari surga. Semoga orang yang membacanya mendapatkan menfaat darinya. Amin.


Rating Artikel Ini





Kolom Komentar

Walhamdulillahi Rabbil'alamin

MUKADIMAH Blog ROAD TO HEAVEN - JALAN KE SURGA Blogspot.com



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh




Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah


Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Silahkan Membaca dan Menyimak


SEGALA PUJI BAGI ALLAH yang telah menciptakan surga sebagai tempat tinggal orang-orang yang beriman, dan memberikan kemudahan bagi mereka untuk melakukan amal saleh yang mengarahkan ke sana. Dengan mengesampingkan kesibukan selain mengharapkan surga, mereka akan dimudahkan oleh Allah untuk menelusuri jalan ke arahnya.

Surga telah diciptakan untuk mereka sebelum mereka diciptakan. Mereka dijanjikan tinggal di sanan sebelum mereka dilahirkan.

Tak ada yang menjengkelkan di dalam surga. Karena itu, calon-calon penghuninya diuji, untuk menentukan siapa yang paling bagus amal perbuatannya dan berhak mendapatkan surga.

Allah s.w.t. telah menjanjikan kepada kaum beriman bahwa mereka akan memasukinya. Dia s.w.t. mengibaratkan masa hidup di dunia fana sangat sebentar di bandingkan masa hidup di surga. Bahkan, di sana disediakan segala hal yang tak pernah dilihat mata, tak semapt didengar telinga, dan sama sekali tak terbersit di dalam hati.

Tapi, Allah menjelaskan keadaan surga bagi para calon penghuninya dengan bahasa-bahasa inderawi, meski kenyataannya surga itu melampui semua ungkapan bahasa. Allah memberi mereka kabar gembira melalui lisan para rasul-Nya. Itu adalah kabar terbaik dari mulut terbaik. Kabar gembira itu disempurnakan lagi dengan berita bahwa mereka kekal di dalamnya tanpa kekurangan suatu apa pun.

Segala puji bagi Allah, pencipta langit dan bumi. Pengutus para malaikat. Penentu para rasul sebagai pemberi kabat dan peringatan, supaya manusia tak berdalih lagi setelah kedatangan para nabi.

Sebab, Allah tak menciptakan mereka sia-sia. Justru mereka diciptakan untuk melaksanakan perintah penting. Allah menyediakan ajaran-ajaran agung, dan membangun tempat-tempat mulia bagi orang-orang yang mau mendengarkan seruan-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun. Tempat itu diperuntukkan bagi orang yang menanggapi dengan positif seruan-Nya, tanpa penentangan dan tanpa harapan kepada selain-Nya.

Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan hamba-hamba-Nya dalam beramal. Dia singkirkan banyak hal yang dapat menggelincikan mereka, dan menganugerahkan berbagai nikmat. Dia tetapkan diri-Nya sebagai Yang Maha Pengasih. Dia nyatakan bahwa kasih sayang-Nya lebih besar dari pada murka-Nya. Dia ajakan hamba-Nya masuk surga. Ajakan itu di umumkan suapaya para hamba tak berdalih di hadapan-Nya, dan keadilan pun terselenggara.

Namun, Allah hanya mengkhususkan petunjuk bagi orang yang mengharapkan kenikmatan dan keutamaaan dari-Nya.

Ini adalah keadilan dan kebijakasaan-Nya. Dia Maha Besar dan Bijaksana. Ganjaran itu merupakan karunia yang diberikan kepada orang-orang tertentu. Sungguh Allah pemilik keutamaan agung.

Saya bersaksi, bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Tak ada sekutu bagi-Nya. Ini persaksian seorang hamba sekaligus anak hamba. Sungguh, tidak ada secuil karunia dan rahmat yang dapat diraih, serta tidak ada hal yang dapat mencapai surga dan menjauhkan diri dari neraka, kecuali dengan maaf dan ampunan-Nya.

Saya juga bersaksi bahwa Muhammad s.a.w. adalah hamba sekaligus Rasul-Nya. Saya percaya pada wahyu dan kebaikan yang diperlihatkannya.

Rasulullah diutus oleh Allah untuk menjadi rahmat semesta alam, suri tauladan bagi penghuni mayapada, penuntun para pencari jalan kebenaran, dan bukti kekuasaan Allah di hadapan seluruh hamba-Nya. Beliau dipilh untuk mengajak ke arah iman, membimbing ke jalan surga, memberi contoh akhlak mulia, membacakan Kitab Suci-Nya, berdaya upaya mendapatkan ridha-Nya, mengajak kepada kebaikan, dan mencegah kemungkaran.

Kerasulan beliau ditetapkan pada Akhir Zaman. Dengannya, beliau membimbing umat manusia ke jalan lurus dan terang, dan mendorong seluruh hamba Allah untuk mentaati, mencintai, menghormati dan memenuhi hak-hak Sang Pencipta.

Beliau menahan seluruh pintu surga, yang takkan terbuka kecuali melalui jalan yang beliau tunjukkan. Siapa pun orangnya yang berusaha masuk surga takkan dapat memasukinya selain ikut berada di belakang Rasulullah dan mengikuti jalan yang ditunjukkan beliau.

Segala puji bagi Allah yang telah melapangkan dada Muhammad s.a.w. sekaligus meringankan beban beliau, mengharumkan nama beliau, dan menghinakan orang yang menentang beliau.

Rasulullah menyeru kepada Allah dan surga-Nya secara diam-diam dan terang-terangan. Beliau dengungkan seruan itu ke tilinga umat sepanjang siang dan malam, hingga fajar keagungan Islam menyinsing, cahaya ima terpancar, kalimatullah membumbung ke angkasa, dan rayuan setan runtuh tak berdaya.

Beliau menerangi bumi yang gelap gulita dengan cahaya risalah. Beliau satukan hati manusia yang tercerai berai. Dari situ, wajah bumi menjadi indah. Kegelapan berubah menjadi cahaya. Semua orang baik pun mendapatkan hidayah.

Setelah Allah menyempurnakan agama-Nya, memenuhi segala nikmat, dan menyebarkan ajaran Islam sebagai rahmat semesta alam, Rasulullah terus-menerus menyampaikan risalah-Nya, menasihati semua manusia, dan berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad.

Rasulullah pernah diminta memilih antara tetap berada didunia atau berjumpa dengan Sang Pencipta. Beliau memilih berjumpa dengan Allah sekaligus mencintai dan merindukan-Nya. Karena itu, Allah menempatkan beliau di posisi yang paling mulia, tempat yang paling tinggi.

Beliau meninggalkan untuk umat beliau bekal yang jelas dan tegas. Para sahabat dan pengikut beliau pun hanya perlu mengikuti jejak beliau menuju surga. Sementara orang-orang yang melenceng dari jalan beliau hanya akan tersesat ke jalan neraka.

''...Yaitu agar orang yang binasa itu bianasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula)). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'' (QS. Al-Anfaal:42)

Allah s.w.t. beserta para malaikat, para nabi, para rasul, dan para hamba yang beriman mengucapkan shalawat untuk Rasulullah s.a.w. Allah pun menyatukan shalawat kepadanya dengan kalimat tauhid, menjadikan shalawat sebagai ibadah, sebagaimana yang kita ketahui dan kita berdoa dengannya.

Sesungguhnya Allah s.w.t sama sekali tidak menciptakan sesuatu secara sia-sia. Ciptaan-Nya tak dibiarkan ada begitu saja. Semuanya diciptakan untuk tujuan mulia, dan maksud agung. Dia ciptakan langit, bumi, dan gunung, dengan penuh perhatian.

Sementara itu, ada orang yang dalam sgela kelemahannya memiliki beban berat, lantaran kezaliman dan kebodohannya. Dia letakkan di atas punggungnya segala hal yang dia pikul. Dia temani dunia laksana hewan yang tak tahu siapa penciptanya dan apa hak penciptanya. Dia pun tak tahu apa tujuan datang dan perginya ke dunia yang tak lebih dari persinggahan di dunia fana ini. Cepat atau lambat dia akan segera pergi menuju negeri yang kekal.

Mereka telah disetir oleh tipuan inderawi. Mereka dikecoh oleh permainan pikiran. Mereka bergelimang kelalaian. Angan-angan batil menari-nari di pikiran mereka. Mereka ditipu oleh harapan palsu. Hati pun terperangkap dalam amal yang buruk.

Yang dipahami hanya kenikmatan duniawi. Bagaimana caranya memenuhi nafsu birahi. Di mana pun tempatnya, dia akan segera menerkam. Jika hal duniawi bentrok dengan ukhrawi, dia akan sgera mengejar yang duniawi. Ketika hal-hal yang bersifat ukrawi disodorkan, dia enggan turut campur dalam menggapai pahala dan ridha Ilahi.

''Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.'' (QS. Ar-Ruum:7).

Alangkah mengherankannya orang yang melalaikan Allah walau sekejap. Hembusan nafasnya jadi tak berharga. Jika dia pergi, dia tak kembali kepada-Nya. Malam-malamnya berlalu tanpa arti. Dia tak berpikir kemanakan tujuannya. Ke surga ataukah ke neraka.

Saat ajal menjemput, dia gelisah, karena kekacauan diri dan ketidaktahuan jati diri, bukan karena keburukan amalnya atau kelalaiannya selama ini.

Ketika segala duka nestapa menghampiri, dia bersandar pada maaf Ilahi. Dia tahu bahwa Allah Maha Pengampun dan Pengasih. Namun, dia tdiak sadar bahwa Allah pun mampu memberikan siksa yang amat teramat pedih.

Rating Artikel Ini




Kolom Komentar



Walhamdulillahi Rabbil'alamin