Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah
Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.
Silahkan Membaca dan Menyimak
ROAD TO HEAVEN - JALAN KE SURGA Al-Bukhari juga menyebutkan hadis Abdullah ibn Abbas yang mengatakan terjadi gerhana matahari di masa kehidupan Rasulullah s.a.w lantas Rasulullah s.a.w bersabda, ''Matahari dan bulan adalah sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah. Gerhana tidak terjadi karena kematian seseorang atau kelahiran seseorang. Ketika kalian melihat gerhana, berzikirlah kepada Allah!'' Para sahabatnya bertanya, ''Wahai Rasulullah! Kami melihatmu memakan sesuatu di tempatmu berdiri, kemudian kami melihatmu memalingkan muka.'' Rasulullah bersabda s.a.w bersabda, ''Aku melihat surga dan memakan makanannya. Jika kalian mengalaminya, niscaya kalian akan memakannya sampai dunia habis. Aku juga diperlihatkan neraka. Aku tak pernah melihat pemandangan seseram itu. Kulihat mayoritas penghuni neraka adalah perempuan.'' Para sahabat bertanya, ''Karena apa mereka masuk neraka, wahai Rasulullah?'' Rasulullah s.a.w menjawab, ''Karena kekufuran mereka.'' Para sahabat bertanya, ''Apakah mereka mengingkari Allah?'' Rasulullah menjawab, ''Mereka kufur (ingkar) kepada kebaikan suami mereka.''(11)
Selaras dengan hadis di atas, Shahih Muslim juga menyebutkan hadis berikut ini, ''Semua hal yang dijanjikan kepada kalian telah kulihat dalam shalatku ini. Neraka diperlihatkan kepadaku ketika kalian melihatku mundur karena takut terkena kobaran apinya. Di neraka kulihat orang kikir yang punggungnya diseret ke dalam neraka. Aku juga melihat seorang perempuan yang punya kucingnya makan lumpur dan kerikil hingga mati kelaparan. Kemudian aku didatangkan ke surga ketika kalian lihat aku bergerak maju. Kujulurkan tanganku. Aku ingin memakan buah surga dan memperlihatkan kepada kalian. Tapi aku tidak melakukannya. Sungguh semua hal yang dijanjikan kepada kalian itu telah diperlihatkan kepadaku dalam shalatku ini.''(12)
Musnad Imam Ahmad, Sunan Abi Dawud, dan Sunan an-Nasa'i menyebutkan hadis riwayat Abdullah ibn Amr tentang kisah tersebut, ''Demi jiwa Muhammad yang berada dalam kekuasaan-Nya! Surga telah didekatkan padaku, hingga seandainya Kujulurkan tanganku, aku dapat meraih tangkai buah-buahannya. Neraka juga telah didekatkan kepadaku, sehingga aku menjauhinya karena takut neraka mendekati kalian.''(13) (Hadis)
Shahih Muslim menyebutkan hadis riwayat Anas ibn Malik yang mengatakan, bahwa usai melaksanakan shalat, Rasulullah bersabda, ''Wahai manusia! Aku imam kalian. Maka jangan mendahuluiku saat ruku' dan sujud. Jangan pula kalian angkat kepala kalian, karena aku dapat melihat kalian dari depan dan dari belakang. Demi Allah! Seandainya kalian melihat apa yang kulihat niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.'' Para sahabat bertanya, ''Apa yang engkau lihat, ya Rasul?'' Rasulullah s.a.w bersabda, ''Aku melihat Surga dan Neraka.''(14)
Muwaththa' menyebutkan hadis Ka'ab ibn Malik, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda, ''Sesungguhnya jiwa orang beriman itu akan menjadi burung yang bertengger di pohon surga hingga dikembalikan oleh Allah s.w.t ke tubuhnya di Hari Kiamat.''(15) Hadis itu secara jelas menyebutkan roh masuk surga sebelum Hari Kiamat.
Ada juga hadis serupa yang diriwayatkan oleh Ka'ab ibn Malik bahwa Rasulullah s.a.w. Bersabda, ''Sesungguhnya ruh-ruh orang-orang yang mati syahid menjadi burung hijau yang bertengger di dahan buah-buahan atau pepohonan surga.''(16)
Keterangan Angka Hadis:
11. Al-Bukhari (1052, dan 52), Muslim (907). Malik, Al-Muwaththa' 1/186-187, Lihat riwayat hadis ini di Jami'ul Ushuul, (4272). Al-Hafidz mengatakan di kitab Al-Fath: di hadis itu ada seruan untuk bergegas taat ketika melihat sesuatu yang mengkhawatirkan. Dorongan untuk meminta perlindungan dari cobaan dengan cara berzikir dan melakukan berbagai hal yang menunjukkan ketaatan kepada Allah s.w.t. Salah satu hal yang menunjukkan mukjizat Rasulullah s.a.w secara nyata adalah ketika Nabi Muhammad menasihati umatnya. Beliau mengajari umatnya dengan mempersilakan orang yang sedang belajar mengulangi pelajaran yang belum dipahaminya kepada orang yang berpengetahuan mumpuni. Beliau mewanti-wanti mereka dari hal yang berbahaya. Beliau membolehkan pertanyaan tentang sebab hukum. Dan menganjurkan orang berilmu menjelaskan hal yang dibutuhkan muridnya. Beliau melarang pelanggaran hak. Beliau menganjurkan kita berterima kasih kepada pihak yang memberi nikmat. Dalam pernyataan tersebut, ternyata pernyataan tentang surga dan neraka adalah makhluk yang telah ada saat ini.'' ada pula pembolehan sebutan kafir bagi orang yang keluar dari agama Islam; pembolehan penyiksaan orang bertauhid yang berbuat maksiat; dan pembolehan bergerak sedikit dalam sholat.
12. Muslim (904). Untuk pengetahuan lebih lanjut, baca Jaami'ul Ushuul (4270) dan Al-Irwaa' (655 dan 657).
13. Ahmad (6493). Abu Dawud (1194). An-Nasa'i 3/138. Itu hadis sahih. Baca, Al-Irwaa 3/132, dan Jami'ul Ushuul (4277).
14. Muslim (426). An-Nasa'i 3/83. Untuk pengetahuan lebih lanjut, baca Musnad Abi Ya'la (3952).
15. Al-MUWATHTHA' 1/240. Ahmad (15776, 15780, dan 15792). An-Nasa'i 1/108. Ibnu Majah (4271). Abu Na'im, Al-Hulliyyah, 9/156. Ibnu Hibban, Mawaarid, (734). Itu hadis sahih.
16. At-Tirmidzi (1641). Ahmad (27236). Ibnu Hibban, Mawaarid, (734). Itu hadis yang sahih. Untuk pengetahuan lebih lanjut, baca, Al-Ahadiitsush Shahiihah, (995)
Baca Artikel Terkait
Tags Postingan:
Rating Artikel Ini
Kolom Komentar
Walhamdulillahi Rabbil'alamin







0 komentar:
Posting Komentar