Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah
Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.
Silahkan Membaca dan Menyimak
Ibnu Ishaq menyebutkan riwayat dari Ibnu Abbas yang menuturkan, bahwa Allah menjadikan Adam a.s. Mengantuk dan tertidur. Lalu Allah mengambil salah satu tulang rusuk Adam yang sebelah kanan, yang tempatnya dipenuhi daging. Saat Adam masih terlelap tidur, Allah s.w.t menciptakan istri Adam, Hawa dari tulang rusuk Adam. Perempuan itu diciptakan untuk menentramkan hati Adam. Saat Adam terjaga dari tidurnya dan melihat Hawa di sampingnya, Adam mengatakan, ''Wahai daging, darah, dan istriku.'' Adam pun tentram bersamanya.
Tidak ada perdebatan tentang Allah s.w.t menciptakan Adam di bumi. Tidak ada satu sumber pun yang menyebutkan bahwa Allah memindahkan Adam ke langit itu. Seandainya Adam dipindahkan dari bumi ke langit, semestinya kisah itu yang paling utama disebutkan. Karena itu merupakan tanda besar dan nikmat agung, mengingat posisinya sebagai mi'raj dengan badan dan ruh dari bumi ke atas langit.
Namun bagaimana mungkin Allah s.w.t memindahkannya dan menempatkannya di langit, sementara Allah s.w.t mengabarkan kepada para malaikat bahwa Dia akan menciptakan khalifah khalifah di muka bumi? Mana mungkin pula Allah s.w.t menempatkan Adam di Surga Khuldi yang mana orang yang memasukinya akan kekal di dalamnya, tanpa keluar lagi, sebagaimana firman-Nya, ''Mereka tidak akan keluar darinya (surga).'' (QS. Al-Hijr: 48).
Jika yang dimaksud adalah bahwa Allah s.w.t menurunkan Iblis dari langit ketika menolak sujud kepada Adam, maka persoalan ini berkaitan dengan penciptaan Adam. Adam kemudian ditempatkan di surga. Perintah sujud kepada Adam diberitahukan oleh Allah setelah Adam tercipta, tanpa jeda waktu. Jika surga Adam terletak di atas langit, maka Iblis tidak punya jalan untuk menaikinya, karena telah diturunkan.
Kemungkinan-kemungkinan pemaknaan tersebut boleh-boleh saja. Misalnya ada yang mengatakan, boleh jadi Iblis naik ke surga sementara, bukan untuk menetap. Ada pula yang mengatakan, Iblis masuk surga ke dalam tubuh ular. Ada yang berpendapat, Iblis masuk ke mulut ular. Ada yang mengatakan Iblis yang di bumi menggoda Nabi Adam yang berada di langit. Jarak itu tak menghalangi pengaruh yang kuat.
Namun pendapat semacam itu bertentangan dengan pendapat kami, bahwa ketika menurunkan Iblis dari surga karena enggan bersujud kepada Adam, Allah mengobarkan permusuhan antara Iblis dan manusia. Ketika Allah menempatkan Adam di surga-Nya, Iblis iri kepada Adam, dan berusaha menipunya agar keluar dari surga. Wallaahu a'lam.
Orang-orang yang mengatakan bahwa surga yang ditempati Adam a.s. adalah taman di bumi mengatakan bahwa salah satu bukti surga yang ditempati Adam a.s. bukan Surga Khuldi yang dijanjikan Allah s.w.t menciptakan Adam, Allah memberitahunya bahwa umurnya berbatas. Bahwa Adam diciptakan tidak untuk selamanya.
Hal itu diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda, ''Ketika menciptakan Adam a.s, Allah meniupkan ruh kepadanya. Adam berkata, ''Segala puji bagi Allah yang telah mengizinkanku ada.'' Allah s.w.t berfirman, ''Allah s.w.t akan mengasihimu Adam. Pergilah ke para malaikat yang sedang duduk-duduk itu lalu katakan ''Salam sejahtera untukmu.'' Adam melakukannya dan para malaikat menjawab, ''Salam sejahtera untukmu.'' Adam kembali kepada Allah dan berkata, ''Ini ucapan salam-Mu dan ucapan salam antara diri-Mu dan para malaikat.'' Allah s.w.t lalu mengepalkan kedua tangan-Nya sambil berkata kepada Adam, ''Pilihlah yang kau suka.'' Adam berkata, ''Aku memilih yang sebelah kanan-Mu yang penuh berkah.'' Allah menyodorkan tangan kanan-Nya yang berisi keturunan Adam. Adam bertanya, ''Siapa mereka ?'' Allah s.w.t berfirman, ''Mereka anak cucumu. Semua orang telah dicatat umurnya dalam pengawasan Allah. Ada orang yang cepat meninggal, ada pula yang panjang umur.'' Adam bertanya, ''Siapa ini, ya Allah?'' Allah s.w.t. menjawab, ''Itu anakmu, Daud. Telah kutetapkan baginya umur empat puluh tahun.'' Adam memohon, ''Ya Allah ! Tambahkanlah umurnya.'' Allah menjawab, ''Itulah yang Kutetapkan baginya.'' Adam berkata, ''Ya Allah! Berikan jatah umur enam puluh tahunku untuknya.'' Allah menjawab, ''Baik, umurmu akan dihadiahkan untuknya. Lalu tinggalah di surga sekehendakmu, lantas turunlah dari sana.'' Adam pun berjanji ppada dirinya untuk menuntut janji Tuhan itu. Ketika Malaikat Maut datang hendak menjemput Adam, Adam berkata, ''Aku telah ditangguhkan. Allah s.w.t. telah menetapkan bagiku seribu tahun.'' Malaikat Maut menjawab, ''Betul, Tapi engkau telah menjadikan anakmu yang bernama Daud berumur enam puluh tahun.'' Adam membantah, sehingga anak cucunya pun dapat membantah. Adam lupa, sehingga anak cucunya pun dapat lupa. Sejak hari itu, Allah memerintahkan untuk menggunakan Kitab Suci dan Saksi.'' (35) At-Tirmidzi mengatakan, bahwa hadis ini hasan gharib (bagus tapi aneh), yang diriwayatkan dari jalur selain Abu Hurairah juga.
Keterangan Nomer:
35. At-Tirmidzi (3365). Hakim menshahihkan dalam kitabnya 1/64. Adz-Dzahabi menyepakati penshahihan itu. Hadis itu termasuk hadis hasan, sebagaimana tercatat dalam Shahih At-Tirmidzi (2683).
Recent Post
Tags Postingan
Rating Artikel Ini
Kolom Komentar
Walhamdulillahi Rabbil'alamin







0 komentar:
Posting Komentar