Jumat, 22 November 2013

Argumen Yang Mengatakan Surga Adam Adalah Taman di Bumi Bagian 3


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah

Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Silahkan Membaca dan Menyimak


Menurut orang-orang yang mengatakan bahwa surga yang ditempati Adam a.s adalah taman di bumi, hadis tersebut secara jelas menerangkan bahwa Adam tidak diciptakan di tempat yang kekal, yang mana penghuninya tidak akan mati. Sebaliknya, Adam diciptakan di tempat yang fana, tempat yang telah ditentukan batas waktu tertentu bagi penghuninya.

Jika ada yang bertanya, seandainya Adam tahu bahwa umurnya dibatasi, dirinya akan mati, dirinya takkan abadi, maka mengapa dia tidak tahu kebohongan Iblis yang mengatakan, ''Maukah kau kuberitahu tentang pohon Khuldi ?'' (QS. Thaahaa:120), lantas mengatakan, ''Tuhan kamu tidak melarang dari mendekati pohon ini, supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).'' (QS. Al-A'raf: 20)

Ada dua model jawaban atas pertanyaan itu. Pertama, Khuldi tidak mengharuskan kekekalan abadi. Khuldi juga dapat berarti tinggal dalam waktu yang lama. Nanti hal itu akan dijelaskan lebih lanjut.

Kedua, ketika Iblis bersumpah kepada Adam dan mengiming-iminginya dengan keabadian, Adam lupa akan umur yang telah ditetapkan untuknya.

Orang-orang yang mengatakan bahwa surga yang ditempati Adam a,s.w.t adalah taman di bumi mengatakan, bahwa umat Islam tidak berselisih pendapat tentang keterciptaan dari tanah bumi ini. Allah s.w.t telah mengabarkan, bahwa Dia menciptakan Adam dari ''saripati tanah.'' (QS. Al-Mu'minuun: 12). Allah s.w.t menciptakan Adam dari, ''shalshaalin min masnuun (tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk).'' (QS. Al-Hijr: 26).

Ada yang mengatakan Adam dinyatakan berasal dari shalshalah (tanah liat kering), karena Adam memang kering. Ada pula yang mengatakan Adam dikatakan dari shalshalah, karena berubah aroma. Sebab, kata shalla berarti sesuatu yang berubah, seperti perkataan shalshalahmu untuk menyebut daging yang telah berubah.

Hama' berarti tanah hitam yang berubah. Mashnuun berarti yang dibentuk.

Itu semua penjelasan tentang fase-fase tanah yang menjadi cikal bakal pertama penciptaan Adam, sebagaimana Allah s.w.t menjelaskan fase-fase penciptaan keturunan Adam, ''Dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna.'' (QS. Al-haj: 5)

Allah s.w.t sama sekali tidak menjelaskan bagaimana Adam diangkat dari bumi ke langit, baik sebelum diciptakan. Adakah dalil tentang pengangkatan materi Adam atau pengangkatannya setelah diciptakan? Dalil itu tidak ada. Tak ada pula hal-hal yang bisa menopang dalil semacam itu walau secara tersirat.

Yang telah diketahui adalah bahwa tempat di atas langit bukanlah tempat untuk tanah bumi yang dapat berubah aroma menjadi busuk. Tanah yang semacam itu hanya terdapat di bumi, tempat hal-hal yang berubah dan dapat rusak. Tempat di atas langit tak terkait dengan perubahan, kerusakan, dan pergantian kondisi. Tak masuk akal jika dikatakan, bahwa tempat keabadian berisi sesuatu yang fana.

Allah s.w.t berfirman, ''Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.'' (QS. Huud: 108). Allah s.w.t memberitahu bahwa karunia di Surga Khuldi itu tak terputus.

Jika semua yang dikabarkan Allah s.w.t itu dikumpulkan, maka akan dapat disimpulkan, bahwa Allah s.w.t menciptakan Adam dari bumi. Allah s.w.t menjadikan Adam a.s sebagai khalifah di muka bumi. Iblis menggoda Adam a.s di tempat tinggalnya, setelah Iblis diturunkan dari langit lantaran enggan bersujud kepada Adam. Allah s.w.t telah mengabarkan kepada para malaikat, ''Aku hendak menciptakan khalifah di muka bumi.'' (QS. Al-Baqarah: 30).

Surga Khuldi adalah tempat pengganjaran atas segala cobaan dan ujian. Tidak ada perkataan sia-sia, tidak ada perbuatan dosa dan tidak ada kebohongan di dalam Surga Khuldi. Orang yang telah masuk Surga Khuldi tidak akan keluar darinya. Tidak ada keputus asaan dan kesedihan di dalam Surga. Tidak ada pula rasa takut dan mengantuk di dalamnya. Allah s.w.t mengharamkan surga dari orang-orang kafir. Dan Iblis adalah pimpinan orang-orang kafir.

Jika semua dalil itu dikumpulkan dan saling dikait-kaitkan, maka penulis Blog ini yang menjunjung tinggi dalil dan menjauhi taklim menyimpulkan, bahwa pendapat orang-orang yang mengatakan bahwa surga Adam terletak di bumi adalah benar. Namun, Allah s.w.t jualah yang Maha Tahu.

Orang-orang yang mengatakan bahwa surga Adam terletak di bumi mengatakan bahwa surga bukanlah tempat untuk taklif (pemberian beban kewajiban/larangan). Namun, Adam dan Hawa telah diberi larangan untuk memakan sesuatu dari suatu pohon. Hal itu menunjukkan bahwa tempat Adam dan Hawa adalah tempat takliif, bukan tempat pengganjaran yang abadi. Itu adalah sebagian argumen orang-orang yang mengatakan bahwa surga Adam terletak di bumi. Wallahu a'lam.

Recent Post

Tags Postingan

Rating Artikel Ini

Kolom Komentar

Walhamdulillahi Rabbil'alamin

0 komentar:

Posting Komentar