Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah
Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.
Silahkan Membaca dan Menyimak
ROAD TO HEAVEN - JALAN KE SURGA - Mundzir ibn Said (24) menyebutkan beberapa pendapat tentang firman Allah s.w.t kepada Adam, ''Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini.'' QS. Al-Baqarah: 35
Pendapa pertama menyatakan, bahwa Allah menempatkan Adam di Surga Khuldi, surga yang akan ditempati orang-orang beriman pada Hari Kiamat. Pendapat kedua menyatakan, surga yang ditempati Adam dan istrinya bukan di Surga Khuldi, melainkan tempat lain yang diciptakan Allah untuk menempatkan Adam disana.
Mundzir ibn Sa'id berkomentar, bahwa pendapat terakhir punya banyak dalil yang membenarkannya.
Abu Hasan al-Mawardi (25) dalam tafsirnya menyebutkan, bahwa pendapat tentang surga yang ditempati Adam terpecah menjadi dua: Pertama, surga tersebut adalah Surga Khuldi. Kedua, surga tersebut adalah surga yang disediakan Allah untuk Adam dan istrinya sebagai tempat pengujian. Itu bukan Surga Khuldi yang dijadikan sebagai tempat pengganjaran.
Para penganut pendapat kedua sendiri terpecah menjadi dua pandangan. Pertama, dikemukakan oleh Hasan, bahwa surga Adam tersebut berada di langit, sebab Allah sudah menyatakan telah menurunkan Adam dan istrinya dari surga itu.
Kedua, dikemukakan oleh Ibnu Bahar, bahwa surga tersebut di Bumi. Sebab, Allah menguji mereka dengan melarang mendekati sebuah pohon, tapi tidak melarang mendekati yang lainnya. Hal itu terjadi setelah Allah memerintahkan Iblis sujud kepada Adam a.s. Allah lebih mengetahui kebenaran tentang hal itu.
Ibnu Khathib (26) mengatakan, bahwa ada perbedaan pendapat tentang surga yang disebutkan oleh ayat 35 surah Al-Baqarah tersebut. Apakah surga Adam itu ada di langit ataukah di Bumi? Jika surga Adam itu ada di langit, apakah ia surga yang dijadikan sebagai tempat ganjaran yang bersifat kekal ataukah surga yang lainnya?
Abu Qasim al-Balkhi dan Abu Muslim al-Ashbahani berpendapat, bahwa surga tersebut berada di bumi. Kata ''ihbithuu'' (turun) yang ada pada ayat itu berarti perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, sebagaimana firman-Nya, ''Ihbithuu Mishran'' (Tempattilah Mesir atau sebuah kota) pada ayat 61 surah Al-Baqarah. Mereka berdua pun berdalil dengan berbagai argumen.
Pendapat kedua dilontarkan oleh al-Juba'i (27) bahwa surga berada di langit ketujuh.
Pendapat ketiga dinyatakan oleh mayoritas sahabat kami, bahwa surga tersebut adalah surga tempat pengganjaran amal.
Abu Qasim ar-Raghib (28) berkata dalam tafsirnya, bahwa orang-orang berbeda pendapat tentang surga yang ditempati Adam. Ada yang berpendapat, bahwa surga itu adalah taman yang diciptakan Allah untuk menguji Adam. Itu bukan Surga Ma'wa (surga akhirat). Abu Qasim ar-Raghib mengajukan berbagai argumentasi.
Penafsir lain yang membahas tentang perbedaan tersebut adalah Abu Isa ar-Rummani. (29) Dia berpendapat surga tersebut adalah Surga Khuldi. Dia katakan bahwa perspektif yang dipilihnya ini didasarkan pada pernyataan Hasan, Amru, Washil dan sahabat-sahabatnya. Itu perkataan Abu Ali, Abu Bakar dan para pakar tafsir al-Qur'an.
Ibnu Khathib tak berpendapat soal ini. Dia memunculkan pendapat keempat, yaitu semua pendapat tersebut mungkin benar. Namun, dalil-dalilnya saling bertentangan. Jadi, sebaiknya kita diam saja, tak perlu mengambil sikap.
Mundzir ibn Sa'id berkata, bahwa pendapat yang menyebutkan surga Adam berada di bumi, bukan Surga Khuldi berdasarkan pendapat Abu Hanifah dan kawan-kawan. Mundzir menuturkan, bahwa ia telah menemui sejumlah ahli fikih Irak yang sependapat dengan Abu Hanifah, bahwa surga yang ditempati Adam bukan Surga Khuldi. Orang-orang yang berpendapat demikian adalah orang-orang yang dipercaya kualitas keilmuannya.
Mundzir berpendapat sedemikian rupa bukan untuk membela pendapat Abu Hanifah, melainkan membela pendapat yang berdasarkan dalil al-Qur'an dan Sunnah.
Ibnu Qutaibah (30) menyebutkan di dalam kitab al-Ma'aarif bahwa setelah menciptakan Adam dan istrinya, Allah membiarkan mereka berdua untuk makan buah-buahan sebanyak-banyaknya, memenuhi bumi, menguasai laut, burung, hewan, tumbuhan, pepohonan, dan buah-buahan. Lantas Allah s.w.t memberitahukannya bahwa di dunia terdapat makhluk-Nya. Disana juga terdapat perintah-Nya. Lalu Allah menciptakan sungai surga dan membaginya menjadi empat cabang, yaitu Saihun, Jaihun, Dajlah dan Furat.
Setelah itu, Ibnu Qutaibah menyebutkan tentang ular. Hewan melata darat yang paling besar itu membujuk istri Adam, ''Kalian berdua tidak akan mati jika kalian memakan dari pohon ini.''
Kemudian mereka diturunkan dari Surga Adn sebelah timur bumi, tempat mereka berasal.
Wahab menuturkan, bahwa tempat turunnya Adam dari surga adalah bagian timur India. Qabil membawa saudaranya ke oase Yaman, yang terletak di sebelah timur Eden, tempat dimana Qabil mengubur saudaranya. (31)
Yang lain berpendapat dengan nukilan pendapat Abu Shalih dari Ibnu Abbas tentang kalimat ''Ihbithuu'' (turunlah). Kata tersebut mengandung arti: Turunlah fulan dari tempat ini
Wahab ibn Munabbih menyampaikan, bahwa Adam diciptakan di dunia. Disanalah tempat tinggalnya. Disana namanya dikaitkan dengan Surga Firdaus. Adam pun menempati Surga Adn. Ada empat sungai yang berpusat pada sungai yang disebut dengan Firdaus Adam. Sungai-sungai itu tetap ada di dunia. Tak ada perbedaan pendapat tentang hal itu.''
Adapun ular (hayyatun) yang dapat berbicara dengan Adam adalah hewan darat yang besar. Mundzir tidak menyebutkan ular itu hewan langit. Mereka berpendapat, surga Adam tak terdapat di bumi, melainkan di langit ke tujuh.
Mundzir berkata, bahwa Adam dikeluarkan dari sebelah timur Surga Eden, bukan dari Surga Ma'wa, baik yang sebelah timur atau sebelah barat. Sebab, tidak ada matahari disana.
Menurut Mundzir lagi, bahwa Allah mengeluarkan Adam ke bumi, tempat pertama kali mereka diambil. Artinya, Allah mengeluarkannya dari Surga Firdaus, lantas menempatkannya di Eden, bagian timur India.
Ibnu Qutaibah menceritakan bahwa Eden itu terletak di Yaman. Allah mengeluarkan Adam dari Firdaus ke Eden. Lantas Ibnu Qutaibah mengabarkan bahwa empat sungai yang tadi telah disebut merupakan cabang sungai Firdaus yang ditempati Adam.
Demikianlan pendapat-pendapat tentang surga Adam. Kami akan mengurai argumen masing-masing pihak, dan akan menjelaskan kekuatan dan kelemahannya, insya'allah.
Sumber :
Surga Yang di Tempati Adam : Surga Khuldi Ataukah Taman di Bumi
http://roadtoheaven.mywapblog.com/surga-yang-di-tempati-adam-surga-khuldi.xhtml
Keterangan angka :
menyusul Insya Allah
Artikel Terkait
Tags Postingan
Rating Artikel Ini
Kolom Komentar
Walhamdulillahi Rabbil'alamin







0 komentar:
Posting Komentar