Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah
Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.
Silahkan Membaca dan Menyimak
ROAD TO HEAVEN - JALAN KE SURGA Pendapat yang mengatakan bahwa Allah s.w.t menciptakan Surga Khuldi untuk dimasuki di Hari Kiamat dan waktu itu belum datang, adalah pendapat yang benar, yaitu masuk surga secara mutlak. Masuk surga untuk menetap selamanya.
Adapun masuk surga secara sementara terjadi sebelum Hari Kiamat. Rasulullah s.a.w pernah masuk surga pada malam Isra' - Mi'raj. Ruh-ruh orang beriman yang mati syahid juga berada di alam Barzakh, di surga. Masuknya mereka ke surga itu tak semakna dengan masuk surga yang dikabarkan Allah akan terjadi di Hari Kiamat.
Masuk surga secara kekal terjadi pada Hari Kiamat. Maka bagaimana mungkin masuk surga secara mutlak saat kehidupan di dunia ini masih ada?
Orang-orang yang berpendapat bahwa surga Adam ada di langit berdalil, bahwa kondisi Surga Khuldi tidak terdapat di surga yang ditempati Adam. Di surga tempat Adam dahulu terdapat ketelanjangan, kelelahan, kesedihan, kesia-siaan, dan kebohongan.
Pendapat tersebut benar adanya. Kami tidak memungkirinya. Sedangkan pendapat yang mengatakan bahwa Surga Khuldi dimasuki pada Hari Kiamat, sebagaimana disebutkan oleh ayat-ayat Al-Qur'an, tidak bertentangan dengan firman Allah bahwa orang-orang beriman sudah ada yang memasukinya.
Mereka juga berpendapat bahwa Surga Khuldi adalah tempat pengganjaran, bukan tempat pembebanan kewajiban/larangan (taklif). Namun, Adam diberi beban larangan memakan buah satu pohon. Fakta ini menunjukkan, bahwa ''surga'' Adam adalah tempat untuk pembebanan kewajiban, bukan Surga Khuldi.
Mengenai pendapat kalian tersebut terdapat dua jawaban :
Pertama, surga itu tidak disebut sebagai tempat kewajiban menjalankan syariat (daarut takliif) ketika dimasuki oleh orang-orang beriman di Hari Kiamat. Kewajiban menjalankan syariat (takliif) hanya berlaku di kehidupan dunia. Tidak ada dalil yang menghalangi pelaksanaan syariat (takliif) di kehidupan dunia.
Rasulullah s.a.w bersabda, ''Semalam aku masuk surga. Di sana aku melihat seorang perempuan wudhu di samping istana.'' (39)
Artinya, tak ada larangan bagi penghuni surga untuk melakukan perintah Allah dan beribadah, sebelum Hari Kiamat datang. Hal itu kenyataan yang terjadi. Orang yang sekarang di surga, haruslah melakukan perintah Tuhan, baik perintah itu disebut sebagai takliif (kewajiban menjalankan syariat) atau yang lainnya.
Kedua, takliif di surga berbeda dengan kewajiban-kewajiban yang dilakukan manusia di dunia, seperti puasa, shalat, dan jihad. Taklif di surga yang ditempati Adam adalah larangan untuk mendekati pohon, baik satu pohon atau jenis pohon. Ketentuan semacam ini tak terjadi di Surga Khuldi. Hal ini serupa dengan larangan mendekati keluarga lain di Surga.
Jika Anda menganggapnya bukan takliif, karena hal semacam itu tak mungkin terjadi di sana, maka pendapat Anda ini tak berdasar. Jika Anda mengatakan takliif di dunia terhapus di sana, maka pernyataan itu benar, tapi tak selaras dengan apa yang kita bahas.
Mengenai dalil bahwa Adam tidur surga, padahal tidak ada tidur di Surga, maka berikut ini jawabannya. Jika nash agama menunjukkan bahwa Adam tidur, padahal penghuni surga tidak tidur ketika memasukinya di Hari Kiamat, supaya tidak mati. Adapun sebelum Hari Kiamat, tidak ada ketiadaan tidur di sana.
Kemudian mengenai kisah Iblis yang mengganggu hati Adam setelah Adam diturunkan dari surga. Dari situ Anda mengatakan bahwa Adam dikeluarkan dari langit. Demi Allah ! Itu dalil yang kuat yang menunjukkan kesahihan pendapat kalian.
Pendapat yang mengatakan bahwa Adam berupaya naik ke langit lagi setelah diturunkan, merupakan pendapat yang tak masuk akal. Namun tak menutup kemungkinan Adam naik ke atas sementara waktu untuk mendapatkan cobaan dan ujian yang telah ditentukan oleh Allah s.w.t, meskipun tempat tersebut tidak dijadikan sebagai tempat menetap selamanya.
Allah s.w.t telah mengabarkan tentang kondisi setan sebelum Rasulullah s.a.w diutus menjadi rasul. Para setan duduk di langit, seperti firman Allah, ''Dan sesungguhnya kami (setan) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-berita langit).'' QS. Al-Jin: 9). Mereka mendengarkan penggalan-penggalan wahyu.
Yang dilakukan setan tersebut adalah terbang ke langit. Tapi itu sementara. Mereka tidak menetap di sana, sebagaimana firman Allah s.w.t, ''Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain.'' (QS. Al-Baqarah: 36). Jadi tidak ada pertentangan antara berada di langit dan perintah turun darinya. Kondisi itu mungkin. Hanya Allah s.w.t yang Maha Tahu.
Kalian berkata bahwa Allah s.w.t memberitahu Adam tentang waktu ajalnya. Namun, kalian tidak menyebutkan hadis atau dalil untuk menguatkan pendapat kalian tersebut.
Jadi, jawabannya adalah, tak ada persoalan dengan masuknya Adam ke Surga Khuldi untuk sementara waktu. Adapun kabar dari Allah bahwa orang yang masuk surga tidak akan mati dan tidak akan dikeluarkan dari surga, maka ketahuilah bahwa kabar itu terkait dengan masuk surga di Hari Kiamat.
Dalil kalian bahwa Adam diciptakan dari tanah, tak ada keraguan di dalamnya. Tapi apa landasan Anda mengatakan bahwa penciptaan Adam selesai di bumi?
Atsar telah mengatakan, ''Allah s.w.t menempatkan Adam di pintu surga selama empat puluh hari. Iblis memperhatikannya, dan bertanya-tanya, ''Apa yang kau ciptakan, ya Allah?'' Ketika Iblis melihatnya berongga, Iblis tahu bahwa makhluk itu bukan malaikat. Iblis pun berkata, ''Jika Kau kuasakan dia pada malaikat, aku akan menghancurkannya. Jika Kau kuasakan dia padaku, maka aku akan menyesatkannya.' '' (40)
Allah s.w.t berfirman, ''Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman, 'Sebutkanlah kepada-Ku, nama benda-benda itu jika memang kamu orang yang benar !' Mereka menjawab, 'Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.' Allah berfirman, 'Hai Adam, beritahukan kepada mereka nama-nama benda ini.' Maka setelah diberitahukannya nama-nama benda itu, Allah berfirman, 'Bukankah sudah Kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?' '' (QS. Al-Baqarah: 31-33)
Ayat itu menunjukkan bahwa Adam berada di langit bersama para malaikat, sehingga Adam bisa memberitahukan nama-nama benda. Kalau tidak, semua malaikat turun ke bumi untuk mendengarkan penjelasan Adam.
Jika penciptaan Adam telah sempurna di bumi, tak menutup kemungkinan jika Allah mengangkatnya ke langit dengan perintah dan ketentuan-Nya, lantas mengembalikannya ke bumi. Bukankah Allah s.w.t telah mengangkat Isa al-Masih ke langit kemudian menurunkannya ke bumi sebelum Kiamat berlangsung? Allah pun telah me-mi'raj-kan jiwa dan raga Nabi Muhammad s.a.w ke atas langit.
Ini jawaban orang-orang yang mengatakan surga yang ditempati Adam adalah Surga Khuldi, terhadap pihak-pihak yang berseberangan dengan mereka. Allah s.w.t jua yang Maha Tahu pendapat yang benar.
Keterangan Angka
39. Al-Bukhari (3242), (3680), (5227), dan (7023). Muslim (2395). Hadis tersebut disampaikan oleh Abu Hurairah.
40. Muslim (2611) mencatatnya dari hadis Anas RA. bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda, ''Ketika Allah sedang menyiptakan Adam di Surga, Allah sempat meninggalkannya. Iblis mengelilinginya dan ingin tahu apa itu. Setelah melihatnya berongga, Iblis tahu bahwa makhluk itu buka malaikat.''
Rating Artikel Ini
Walhamdulillahi Rabbil'alamin








